5 Jebakan Ego yang Mesti Diwaspadai Seorang Pemimpin

Kamis, 18 Maret 2021 - 20:45 WIB
loading...
5 Jebakan Ego yang Mesti...
Ego Trap adalah Jebakan rasa egois yang menyerang para pemimpin. Foto/Katemagostar, Freepik
A A A
JAKARTA - Pemimpin adalah individu yang rentan akan ego yang tinggi. Tak jarang, posisi ini membuat seseorang sangat memperhatikan kekuasaan dan kebutuhan dirinya sendiri dan melupakan situasi yang sebenarnya.

Inilah keadaan yang bisa disebut ketika seorang leader terperangkap dalam jebakan ego . Jebakan ego (ego trap) membuat para pemimpin lebih mementingkan pemenuhan ego dan proyeksi diri mereka dibandingkan mekanisme dan tujuan yang sebenarnya. Saat banyak orang memuji mereka, pemimpin akan termakan akan pujian dan cara orang lain melihat mereka.

Apa saja kondisi yang bisa terjadi saat seorang pemimpin terjebak dalam perangkap ego? Berikut ulasannya, dikutip dari Inc .

1. DELUSI : EGO MEMBUNUH OBJEKTIVITAS

Seorang pemimpin tentu harus punya pemikiran yang objektif. Jika pemimpin menjadi sangat subyektif dan tidak mau memikirkan perspektif orang lain, mereka bisa masuk ke dalam khayalan yang tidak mungkin. Inilah perangkapnya.

Mereka bisa kehilangan kesadaran yang sebenarnya. Untuk mencegah pengambilan keputusan yang buruk karena jebakan ini, pemimpin harus menghargai objektivitas serta mampu memahami situasi, konteks, dan posisi orang lain.

2. BRAVADO : KETIKA KEBERANIAN MENJADI HAL YANG BERLEBIHAN

Saat pemimpin menjadi sangat berani, kondisi ini bisa saja jadi berlebihan. Ini mendorong mereka untuk bertindak melebihi kemampuan mereka, misalnya memberikan jani-janji palsu dan membesar-besarkan kepentingan pribadi mereka.

Jenis perangkap ego satu ini bisa saja membuat pemimpin jadi mudah didukung banyak orang. Tapi, sekalinya ia memperlihatkan kemampuan diri yang sebenarnya, barulah pendukungnya tak akan lagi tertarik Sebaiknya, pemimpin bersikap tegas dan menghindari drama berlebihan.

Baca Juga: 6 Hal yang Mesti Kamu Miliki untuk Jadi Pemimpin Muda

3. TIDAK PERNAH MENERIMA KEKALAHAN

Kita tahu bahwa kemenangan dan kekalahan bukanlah seperti permainan sekali main. Namun, pemimpin dengan jebakan ego kadang tidak akan menerima kekalahan sama sekali. Daripada mencari skenario yang memberikan keuntungan bagi semua pihak dalam jangka panjang, ia justru akan mencari kemenangan-kemenangan yang banyak, tapi hanya jangka pendek.

Bisa saja, pilihan ini membuat pemimpin itu pada akhirnya kalah. Pemimpin yang baik akan melangkah sedikit demi sedikit atau rela menerima kerugian yang telah diperhitungkan yang bisa menjadi taktik saat mendapatkan dukungan dari orang lain.

4. KEBENCIAN: EGO MENGINDUKSI KONFLIK PANJANG

Seorang pemimpin yang telah dikendalikan ego mereka akan memperlakukan orang lain dengan cara yang tidak baik. Ketika orang lain tidak menyukai pemimpin yang punya sikap ini, mereka akan dengan mudah bisa membuat sebuah konflik. Pemimpin dengan jebakan ini sangat mudah tersulut.

Hubungan antarkolega atau antara pemimpin dengan orang lain bisa berubah menjadi konflik dengan cepat. Saat merasa terhina, maka ia bisa memikirkan balas dendam lewat konflik. Sikap yang baik adalah menanyakan bantuan yang bisa diberikan untuk mengatasi situasi dan mencari kesamaan untuk bisa maju bersama.

5. NARSISME: KERENTANAN KARENA EGO

Sebagai seorang pemimpin, pasti akan banyak orang yang mendekat, tapi tidak tulus. Sayangnya, pemimpin dengan jebakan ego akan menerima orang-orang itu dengan mudah karena egonya telah menciptakan sifat narsisme.

Baca Juga: Prediksi Karier dan Jodoh Berdasarkan Tiga Cara Kamu Bersosialisasi Menurut Ahli

Orang lain akan mudah memanipulasi pemimpin jenis ini. Mereka akan memperkuat kelemahan sang narsisme dan mengambil keuntungan. Sebaliknya, pemimpin yang baik akan sadar diri dan berhati-hati terhadap upaya yang memicu sifat narsisme berlebihan.

Sevilla Nouval Evanda
Kontributor GenSINDO
Politeknik Negeri Jakarta
Instagram: @vandailla
(ita)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
Pentingnya Psikologi...
Pentingnya Psikologi Pengendalian Diri dalam Dunia Trading
Jurusan Unair dengan...
Jurusan Unair dengan Keketatan Tertinggi untuk SNBT 2026, Kedokteran Hingga Psikologi
Rekomendasi
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Berita Terkini
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Travel, Cut Meyriska dan Roger Danuarta Serahkan Bukti ke Polisi
Bisa Tetap Berkarya!...
Bisa Tetap Berkarya! Ini Tips Menjaga Kualitas Hidup Setelah Pensiun
Rahasia Bebas Bergerak:...
Rahasia Bebas Bergerak: Mengapa Kesehatan Sendi Kunci Utama Gaya Hidup Aktif
Badan Bau Amis Meski...
Badan Bau Amis Meski Sudah Mandi? Bisa Jadi Tanda Penyakit Langka Trimethylaminuria
Dari Video Rumahan ke...
Dari Video Rumahan ke 15 Juta Juta Subscribes, Ini Rahasia Aletha Abew Bikin Penonton Betah
Maraton Microdrama Makin...
Maraton Microdrama Makin Seru di V+Short, Simak Rekomendasinya!
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved