Ingin Rajai Ponsel Gaming, Black Shark 3 Gandeng Tencent dan Gameloft
Rabu, 20 Mei 2020 - 08:43 WIB
loading...
Gim buatan Tencent asal Tiongkok dan Gameloft asal Prancis akan berjalan optimal saat dipakai di ponsel Black Shark 3.
A
A
A
JAKARTA - Karenanya, pabrikan ponsel asal Tiongkok itu menggandeng Next Studio dari Tencent Games. Melakukan penyesuaian dan kerja sama teknis, agar gim besutan Next Studio dapat berjalan optimal di Black Shark 3.
Gim itu adalah Metal Revolution yang mengusung genre fighting. Ketika dimainkan di Black Shark 3, Metal Revolution mendukung efek pencahayaan RGB spesial pada situasi tertentu dalam game. Black Shark 3 memang memiliki sejumlah lampu RGB di kover belakangnya. Bagi sebagian orang hal ini mungkin tidak terlalu penting. Tapi, RGB merupakan “identitas” gamer.
![Ingin Rajai Ponsel Gaming, Black Shark 3 Gandeng Tencent dan Gameloft]()
Selain lampu RGB, pemain juga mendapatkan optimasi ketika bermain dengan Gamepad 3 Black Shark. Yakni, mereka dapat menikmati mode konsol.
Sayangnya, Metal Revolution sendiri belum tersedia di pasar Indonesia. Namun, Tencent juga memegang IP dari gim lain yang sangat populer seperti Call of Duty: Mobile (CoDM), PUBG Mobile, dan League of Legends.
Bahkan, Tencent adalah salah satu perusahaan gim terbesar di dunia. Pada kuartal keempat 2019 saja, pendapatan Tencent mencapai USD14,9 miliar dan profit USD3,1 miliar atau naik 60 persen dibanding tahun sebelumnya. Total, selama 2019 pendapatan Tencent mencapai USD54,1 miliar.
Gim itu adalah Metal Revolution yang mengusung genre fighting. Ketika dimainkan di Black Shark 3, Metal Revolution mendukung efek pencahayaan RGB spesial pada situasi tertentu dalam game. Black Shark 3 memang memiliki sejumlah lampu RGB di kover belakangnya. Bagi sebagian orang hal ini mungkin tidak terlalu penting. Tapi, RGB merupakan “identitas” gamer.

Selain lampu RGB, pemain juga mendapatkan optimasi ketika bermain dengan Gamepad 3 Black Shark. Yakni, mereka dapat menikmati mode konsol.
Sayangnya, Metal Revolution sendiri belum tersedia di pasar Indonesia. Namun, Tencent juga memegang IP dari gim lain yang sangat populer seperti Call of Duty: Mobile (CoDM), PUBG Mobile, dan League of Legends.
Bahkan, Tencent adalah salah satu perusahaan gim terbesar di dunia. Pada kuartal keempat 2019 saja, pendapatan Tencent mencapai USD14,9 miliar dan profit USD3,1 miliar atau naik 60 persen dibanding tahun sebelumnya. Total, selama 2019 pendapatan Tencent mencapai USD54,1 miliar.
Lihat Juga :