Perjalanan ‘All You Can Eat’, dari Eropa ke Indonesia

Sabtu, 10 April 2021 - 10:16 WIB
loading...
Perjalanan ‘All You...
Restoran berkonsep all you can eat sedang jadi tren di kalangan anak muda di Indonesia. Foto/Pexels
A A A
JAKARTA - Restoran dengan konsep all you can eat (AYCE) makin populer di kalangan anak muda. Nah, kalau ditelusuri sejarahnya, ternyata konsep penyajian makanan ini sudah dimulai sejak abad ke-16, lho!

Dalam konsep AYCE, pengunjung bisa makan sepuasnya dari seluruh menu yang tersaji di sana, dengan harga dan batas waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

Nah, rupanya, meski makin populer belakangan ini, ternyata konsep restoran AYCE sudah ada sejak abad ke-16. Mengutip dari Food and Wine , konsep ini berawal di Eropa pada abad ke-16. Masyarakat Swedia adalah yang pertama kali mencetuskannya.

Perjalanan ‘All You Can Eat’, dari Eropa ke Indonesia

Foto: Pexels

Pada masa itu, sering kali diadakan pesta besar formal. Sebelum pesta besar diadakan, mereka akan lebih dulu menyambut tamu yang datang dengan hidangan makanan sepuasnya atau yang disebut brännvinsbordyang berarti meja roh.

Di meja roh inilah berisi makanan kecil sederhana, seperti roti, mentega, keju, daging yang diawetkan, dan ikan asap. Hidangan utama yang paling ditunggu ialah vodka tradisional yang dikenal dengan brännvin. Brännvin disuling dari kentang atau biji-bijian yang kemudian disajikan di atas meja bersama minuman alkohol lainnya. Pada hidangan ini, para tamu boleh makan sepuasnya sesuka hati mereka.

Pada awal abad ke-18, masyarakat Swedia mengubah brännvinsbord dari konsep menu pembuka makan malam menjadi menu makanan tersendiri. Masyarakat Swedia menyebutnya menjadi smörgåsbord dan pada saat itu sering disajikan kepada para tamu yang kelaparan akibat perjalanan jarak jauh. Hidangan ini biasanya menyajikan campuran hidangan hangat dan dingin, seperti ikan asin, telur, buah-buahan, dan sayuran.

Perjalanan ‘All You Can Eat’, dari Eropa ke Indonesia

Foto: Pexels

Tradisi smörgåsbord dari Swedia mendapatkan ketenaran internasional pertama kalinya dalam ajang Olimpiade di Stockholm pada 1912. Ketika itu, restoran kota menyajikan smörgåsbord untuk masyarakat yang berbondong-bondong ke Swedia untuk mengikuti olimpiade tersebut.

Baca Juga: Yuk, Makan di Restoran All You Can Eat Termurah di Bogor!


Berlanjut ke Amerika Serikat

Kemudian, pada Pameran Dunia 1939 di New York, masyarakat Amerika menikmati smörgåsbord tradisional di sebuah restoran bernama Three Crowns di dalam paviliun Swedia. Hal ini pun menyebabkan AYCE menjadi populer di Amerika beberapa tahun kemudian.

Salah satu kota di Amerika, yaitu Las Vegas juga menjadi tempat pertama kali konsep AYCE diperkenalkan. Las Vegas terkenal dengan tempat penginapan dan kasinonya yang mewah. El Rancho Vegas merupakan tempat penginapan sekaligus kasino pertama kali yang kemudian menjadi sangat terkenal. Di tempat inilah konsep AYCE diperkenalkan.

Pada tahun 1940-an, McDonald menyediakan smörgåsbord Swedia untuk para pelanggan yang datang dan seketika menjadi hit. McDonald dan El Rancho Vegas pun segera meluncurkan all you can eat 24 jam, yaitu Buckaroo Buffet dengan harga hanya USD1. Salah satu tujuannya agar para pelanggan tetap di dalam kasino dan bermain selama mungkin.

Baca Juga: 6 Jajanan Favorit Berbahan Dasar Aci, Kamu Paling Suka yang Mana?

Perjalanan ‘All You Can Eat’, dari Eropa ke Indonesia

Foto:Instagram @hanamasa_id

Di Indonesia, konsep AYCE disebut juga sebagai prasmanan. Restoran prasmanan pertama kali yang ada di Indonesia yaitu Hanamasa. Hanamasa adalah restoran Jepang bertaraf internasional yang didirikan pertama kali oleh Yasiro Ono di Jepang. Seiring dengan berkembangnya waktu, Hanamasa kian maju dengan membuka banyak cabang di negara lain, salah satunya di Indonesia, yaitu pada 1987.

Sesuai dengan namanya, yaitu hana dan masayang berarti bunga yang berkembang, restoran ini kian berkembang di Indonesia. Hingga saat ini, cabang Hanamasa terlah tersebar di 28 cabang. Berbagai macam menu bisa dinikmati di sini, antara lain daging sapi, daging ayam, cumi-cumi, sosis, jamur, yakitori, dan yakimeshi.

GenSINDO
Tissa Conia Motumona
Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta
(ita)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gastronomi Molekuler...
Gastronomi Molekuler Ungkap Cara Menjaga Laut Lewat Pilihan Seafood
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Rekomendasi
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Berita Terkini
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Desainer Indonesia Ditantang...
Desainer Indonesia Ditantang Jadi Agen Perubahan, Tak Lagi Sekadar Estetika
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved