Antinatalisme: Saat Melahirkan Anak Jadi Tindakan Amoral

Senin, 12 April 2021 - 18:30 WIB
loading...
Antinatalisme: Saat...
Pandangan antinatalisme menyebut bahwa melahirkan anak hanya akan membawa derita bagi anak tersebut. Foto/Pixabay
A A A
JAKARTA - Beberapa hari lalu, sempat viral sebuah cuitan di Twitter tentang mahalnya biaya membesarkan anak - hingga Rp3 miliar per anak hingga ia dewasa - hingga membuat sang penulis cuitan tersebut enggan untuk mempunyai anak.

Meski tak sepenuhnya sama, ada pula istilah yang disebut dengan antinatalisme. Menurut Ken Coates dalam buku "Anti-Natalism: Rejectionist Philosophy from Buddhism to Benatar", antintalisme adalah paham yang menganggap tindakan seseorang melahirkan anak ke dunia adalah sebuah tindakan amoral. Anak kemudian akan dijadikan sapi perah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Mereka menganggap anak yang dilahirkan tidak dapat bebas menentukan pilihan hidupnya karena harus bergantung pada keputusan orang tua. Lawan dari antinatalisme adalah pronatalis yang mendukung kelahiran.

Antinatalisme: Saat Melahirkan Anak Jadi Tindakan Amoral

Foto:Daily Sabah

Sementara dari buku "Better Never to Have Been: The Harm of Coming into Existence" karya Julio Cabrera dan David Benatar, sesuai dengan pemikiran filsafat moral Kant, berpendapat bahwa manusia tidak boleh memiliki keturunan dan kehidupan harus berhenti di dirinya.

Pemikiran Julio ini melihat hidup penuh dengan rasa sakit fisik yang tak terhindarkan, hambatan pada moral, dan keputusasaan yang dinamakan taedium vitae. Selain itu, kondisi psikologis seperti depresi juga menjadi dasar karena anak tidak pernah dapat memilih kebaikannya sendiri.

FILSAFAT PADA ANTINATALISME

Antinatalisme: Saat Melahirkan Anak Jadi Tindakan Amoral

Foto: via Amazon

Pemikiran mengenai kesia-siaan hidup juga tercermin pada pemikiran-pemikiran filsuf, khususnya filsuf eksistensialisme seperti Albert Camus. Ia memandang kehidupan menjadi absurd karena manusia dan dunia yang dihidupinya tidak saling sejalan.

Hal ini sesuai dengan salah satu konsep dalam eksistensialisme, yaitu absurdisme yang memandang hidup tidak punya makna karena terdapat ketidakadilan di dalamnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Puan Ungkap 16 Isu yang...
Puan Ungkap 16 Isu yang Jadi Sorotan Publik Bakal Diawasi DPR
Saat Isu Brainrot Menggema,...
Saat Isu Brainrot Menggema, Para Jenius Gen Z Ini Tawarkan Solusi Cerdas untuk Masalah Bangsa
Gelar Sidang Lengkap...
Gelar Sidang Lengkap III, Dewan Hisbah Persis Soroti Isu Global
Rekomendasi
MNC Sekuritas dan MNC...
MNC Sekuritas dan MNC Asset Bahas Strategi Cerdas Investasi Lewat IG Live Sore Ini
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
CFIRST Sayangkan Langkah...
CFIRST Sayangkan Langkah JPU Ajukan Banding dalam Kasus Dedi Saputra
Berita Terkini
Fuji Pajang Foto Bareng...
Fuji Pajang Foto Bareng Rakin Khan di Ultah Gala Sky, Isyarat Go Public?
Pangeran William Kecewa...
Pangeran William Kecewa Inggris Tersingkir dari Piala Dunia
El Rumi Sentil Sosok...
El Rumi Sentil Sosok yang Ngemis Rating, Sindir Anjasmara?
Keonho CORTIS Alami...
Keonho CORTIS Alami Patah Tulang Jelang Tur Solo Perdana
Gara-gara Konten Satir...
Gara-gara Konten Satir Jampidsus, Mega Salsabillah Didatangi Polisi Jam 3 Pagi
Microdrama V+Short An...
Microdrama V+Short An Heir Between Us, Kisah Cinta Miliarder yang Plot Twist!
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved