Nucleus Farma Dukung Pengembangan Obat Tradisional Modern
Sabtu, 10 April 2021 - 22:46 WIB
loading...
A
A
A
Kegiatan ketiga adalah PIKTI National E-Seminar (Series 36) dengan topik "The Secret of Indonesian Herbal (Jamu) for Good Health". Diikuti berbagai pakar di bidangnya, Edward Basilianus berkesempatan menyampaikan materi bertema "Peluang Industri Herbal di Era Pandemi". Edward Basilianus menyampaikan bahwa biodiversitas tanaman obat yang dimiliki Indonesia sangat berpotensi untuk dikembangkan guna memenuhi kebutuhan produk berbahan herbal yang semakin meningkat.
"Jika ini bisa dilakukan dengan optimal akan berdampak positif pada perekonomian nasional dan mendukung kemandirian industri obat berbahan herbal," ujarnya.
Edward Basilianus juga melihat tren penggunaan bahan alam, khususnya obat tradisional di masa pandemi Covid-19 merupakan momentum emas bagi masyarakat untuk kembali mencari dan menggunakan rempah-rempah asli Indonesia. "Hal ini juga menjadi peluang bagi para peneliti untuk dapat mengembangkan hasil risetnya serta memacu para produsen untuk lebih fokus mengembangkan produk berbasis herbal," kata Edward.
Ketua Umum GP Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman mengatakan, pengobatan tradisional Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan ramuan jamu. "Jamu di Indonesia sudah ada sejak tahun 1300 dan merupakan minuman bersejarah dengan berbagai khasiat untuk menjaga kesehatan, bahkan menyembuhkan berbagai penyakit," terangnya.
Lebih jauh, Dwi Ranny mengutarakan bahwa pengobatan tradisional sudah diakui badan kesehatan dunia WHO. WHO menunjukan kepedulian terhadap pengembangan obat tradisional dengan mengeluarkan buku panduan Metodologi Penelitian dan Evaluasi terhadap pengobatan tradisional.
"Jika ini bisa dilakukan dengan optimal akan berdampak positif pada perekonomian nasional dan mendukung kemandirian industri obat berbahan herbal," ujarnya.
Edward Basilianus juga melihat tren penggunaan bahan alam, khususnya obat tradisional di masa pandemi Covid-19 merupakan momentum emas bagi masyarakat untuk kembali mencari dan menggunakan rempah-rempah asli Indonesia. "Hal ini juga menjadi peluang bagi para peneliti untuk dapat mengembangkan hasil risetnya serta memacu para produsen untuk lebih fokus mengembangkan produk berbasis herbal," kata Edward.
Ketua Umum GP Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman mengatakan, pengobatan tradisional Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan ramuan jamu. "Jamu di Indonesia sudah ada sejak tahun 1300 dan merupakan minuman bersejarah dengan berbagai khasiat untuk menjaga kesehatan, bahkan menyembuhkan berbagai penyakit," terangnya.
Lebih jauh, Dwi Ranny mengutarakan bahwa pengobatan tradisional sudah diakui badan kesehatan dunia WHO. WHO menunjukan kepedulian terhadap pengembangan obat tradisional dengan mengeluarkan buku panduan Metodologi Penelitian dan Evaluasi terhadap pengobatan tradisional.
Lihat Juga :