Sang Produser Ungkap Perjalanan Tersajinya Ustad Milenial
Sabtu, 17 April 2021 - 23:43 WIB
loading...
Ide awal di balik pemberian judul serial ini karena mencoba mengambil sebuah fenomena yang dekat dengan anak-anak muda zaman sekarang. / Foto: Thomas Manggalla
A
A
A
JAKARTA - Serial drama religi Ustad Milenial telah tayang di platform WeTV dan iFlix. Menurut sang produser, Eko Kristianto, ide awal di balik pemberian judul serial ini karena mencoba mengambil sebuah fenomena yang dekat dengan anak-anak muda zaman sekarang.
Baca juga: Sambut Ramadhan Baik Bersama Vision+, Bisa Nonton Konten Seru Sambil Donasi
"Jadi saya tuh melihat realita sekarang bahwa ustad hadir enggak hanya di tabligh akbar, anak saya aja dengar ceramah lewat YouTube atau podcast. Bagaimana kami membentu Arbani atau Ahmad ini sebagai sosok ustad, itu akan berkembang di sini," terang Eko saat diskusi series Ustad Millenial di kantor WeTV Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.
Eko mengungkapkan bahwa konflik antar pemain dihadirkan hingga dicampurkan antara persoalan cinta dan agama, masing-masing dikombinasi dengan bahasa dan kisah sederhana dan mudah dicerna.
"Series ini sebuah drama anak sekolah yang diambil dari sisi kekeluargaan mereka juga dari segi bisnis dengan dikemas secara kisah religi yang ringan dan simpel. Agar dapat diterima anak sekarang makanya dibuat 20 episode," kata Eko.
"Ini bukan sekadar series religi tapi buat remaja harusnya jadi something yang bisa diambil pesannya. Jatuh bangun seorang Ahmad mau jadi ustad betapa kecewa dihadapkan kepada dua pilihan," imbuhnya.
Sementara, dari sisi cerita, sutaradara Ustad Milenial, Hestu ingin menyampaikan ada banyak keresahan dalam dirinya terkait Islam, mulai dari masalah ekonomi syariah, hingga dia ingin kasih pengetahuan kawin muda. Dalam prosesnya sering terjadi perdebatan positif antara dirinya dengan Hanung terkait pandengan mengenai Islam.
Baca juga: Sambut Ramadhan Baik Bersama Vision+, Bisa Nonton Konten Seru Sambil Donasi
"Jadi saya tuh melihat realita sekarang bahwa ustad hadir enggak hanya di tabligh akbar, anak saya aja dengar ceramah lewat YouTube atau podcast. Bagaimana kami membentu Arbani atau Ahmad ini sebagai sosok ustad, itu akan berkembang di sini," terang Eko saat diskusi series Ustad Millenial di kantor WeTV Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.
Eko mengungkapkan bahwa konflik antar pemain dihadirkan hingga dicampurkan antara persoalan cinta dan agama, masing-masing dikombinasi dengan bahasa dan kisah sederhana dan mudah dicerna.
"Series ini sebuah drama anak sekolah yang diambil dari sisi kekeluargaan mereka juga dari segi bisnis dengan dikemas secara kisah religi yang ringan dan simpel. Agar dapat diterima anak sekarang makanya dibuat 20 episode," kata Eko.
"Ini bukan sekadar series religi tapi buat remaja harusnya jadi something yang bisa diambil pesannya. Jatuh bangun seorang Ahmad mau jadi ustad betapa kecewa dihadapkan kepada dua pilihan," imbuhnya.
Sementara, dari sisi cerita, sutaradara Ustad Milenial, Hestu ingin menyampaikan ada banyak keresahan dalam dirinya terkait Islam, mulai dari masalah ekonomi syariah, hingga dia ingin kasih pengetahuan kawin muda. Dalam prosesnya sering terjadi perdebatan positif antara dirinya dengan Hanung terkait pandengan mengenai Islam.
Lihat Juga :