Suasana Rumah yang Nyaman Cegah Gangguan Kesehatan Mental selama Pandemi
Minggu, 02 Mei 2021 - 21:52 WIB
loading...
Foto Ilustrasi/Shutterstock
A
A
A
JAKARTA - Berdasarkan survei Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap 130 negara terkait kondisi dunia yang saat ini tengah mengalami pandemi COVID-19, sebagian besar negara melaporkan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan mental. Dengan kata lain, COVID-19 berdampak pada kesehatan mental.
WHO juga menyebutkan ada sejumlah faktor yang bisa memicu gangguan kesehatan mental, mulai kepedihan, isolasi, hingga kehilangan pendapatan dan ketakutan yang muncul akibat pandemi.
Baca Juga: Waspadai! 4 Penyakit yang Rawan Terjadi saat Cuaca Ekstrem
Psikolog Klinis Tara de Thouars mengatakan, salah satu penyebab masalah kesehatan mental yaitu isolasi di mana semenjak pandemi, ruang gerak kita menjadi terbatas. Berbagai aktivitas lebih banyak dilakukan dari rumah seperti bekerja, belajar, beribadah, dan sebagainya.
“Hal ini tentu saja berpengaruh pada kesehatan mental, karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan interaksi,” ucap Tara dalam konferensi pers virtual, belum lama ini.
Menurutnya, kebiasaan baru yang tiba-tiba harus dijalani tentu sedikit banyak akan berpengaruh pada kesehatan mental. Namun, risiko itu dapat diminimalisir dengan menciptakan suasana yang menyenangkan di rumah.
“Dalam ruangan bekerja di rumah harus ada privasi, di mana melakukan segalanya dengan nyaman, ada tempat melepas kepenatan seperti ada taman, harus ada tempat yang aman dan nyaman yang jika butuh bantuan kita harus tahu ke mana. Ruangannya diseting senyaman mungkin karena kita sendiri yang paling paham kebutuhan kita,” ucap Tara.
WHO juga menyebutkan ada sejumlah faktor yang bisa memicu gangguan kesehatan mental, mulai kepedihan, isolasi, hingga kehilangan pendapatan dan ketakutan yang muncul akibat pandemi.
Baca Juga: Waspadai! 4 Penyakit yang Rawan Terjadi saat Cuaca Ekstrem
Psikolog Klinis Tara de Thouars mengatakan, salah satu penyebab masalah kesehatan mental yaitu isolasi di mana semenjak pandemi, ruang gerak kita menjadi terbatas. Berbagai aktivitas lebih banyak dilakukan dari rumah seperti bekerja, belajar, beribadah, dan sebagainya.
“Hal ini tentu saja berpengaruh pada kesehatan mental, karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan interaksi,” ucap Tara dalam konferensi pers virtual, belum lama ini.
Menurutnya, kebiasaan baru yang tiba-tiba harus dijalani tentu sedikit banyak akan berpengaruh pada kesehatan mental. Namun, risiko itu dapat diminimalisir dengan menciptakan suasana yang menyenangkan di rumah.
“Dalam ruangan bekerja di rumah harus ada privasi, di mana melakukan segalanya dengan nyaman, ada tempat melepas kepenatan seperti ada taman, harus ada tempat yang aman dan nyaman yang jika butuh bantuan kita harus tahu ke mana. Ruangannya diseting senyaman mungkin karena kita sendiri yang paling paham kebutuhan kita,” ucap Tara.
Lihat Juga :