Varian Baru Masuk ke Indonesia, Angka Kematian Covid-19 Meningkat 3,16 Persen
Selasa, 04 Mei 2021 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
"Apakah ada kemungkinan perburukan yang cepat dari gejala Covid-19, karena peningkatakan angka kematian tidak secara langsung berkolerasi dengan peningkatan kasus positif. Tentunya kalau kita melihat varian atau mutasi ini salah satu yang bisa timbul adalah meningkatkan tingkat keparahan penyakit," jelasnya.
Meningkatnya angka kematian tersebut, sambung dr Siti Nadia, menjadi alarm untuk waspada terhadap tiga varian baru Corona yang sudah masuk ke Indonesia. Di antaranya varian Covid-19 B117 dari Inggris, varian B1351 dari Afrika Selatan, dan varian B1617 dari India.
"Gambaran ini walaupun harus kita lihat lebih lanjut, tetapi angka kematian yang terus meningkat ini tentunya menjadi kewaspadaan kita untuk berhati-hati, apakah varian atau mutasi virus ini yang menyebabkan terjadinya hal ini," kata dia.
Baca juga: Nasihat buat yang Ingin Menghafalkan Al-Quran
Di kesempatan yang sama, dr Siti Nadia mengatakan bahwa kasus Covid-19 dari tiga varian tersebut telah ada di sejumlah wilayah Indonesia. "Di Jakarta ada 1 kasus, di Jawa Barat ada 5, kemudian kita lihat di Kaltim ada 1, di Bali itu ada 2, di Jawa Timur ada 1 kasus, di Sumut ada 2 kasus, di Sumsel ada 1 kasus," ungkapnya.
Meningkatnya angka kematian tersebut, sambung dr Siti Nadia, menjadi alarm untuk waspada terhadap tiga varian baru Corona yang sudah masuk ke Indonesia. Di antaranya varian Covid-19 B117 dari Inggris, varian B1351 dari Afrika Selatan, dan varian B1617 dari India.
"Gambaran ini walaupun harus kita lihat lebih lanjut, tetapi angka kematian yang terus meningkat ini tentunya menjadi kewaspadaan kita untuk berhati-hati, apakah varian atau mutasi virus ini yang menyebabkan terjadinya hal ini," kata dia.
Baca juga: Nasihat buat yang Ingin Menghafalkan Al-Quran
Di kesempatan yang sama, dr Siti Nadia mengatakan bahwa kasus Covid-19 dari tiga varian tersebut telah ada di sejumlah wilayah Indonesia. "Di Jakarta ada 1 kasus, di Jawa Barat ada 5, kemudian kita lihat di Kaltim ada 1, di Bali itu ada 2, di Jawa Timur ada 1 kasus, di Sumut ada 2 kasus, di Sumsel ada 1 kasus," ungkapnya.
(nug)
Lihat Juga :