Aktor Star Wars Dee Bradley Baker: The Bad Batch Bukan Superhero
Jum'at, 07 Mei 2021 - 13:30 WIB
loading...
Aktor Dee Bradley Baker menceritakan pengalamannya menyulihsuarakan lima karakter utama di Star Wars: The Bad Batch dan bagaimana pandangannya tentang tim ini. (EW)
A
A
A
Star Wars: The Bad Batch secara resmi telah tayang di Disney+ Hotstar mulai Selasa (4/5). Yang menarik, lima anggota Clone Force 99 alias The Bad Batch yang menjadi fokus serial ini disulihsuarakan satu orang, yaitu Dee Bradley Baker. Dia telah menyulihsuarakan The Bad Batch sejak mereka tampil di Star Wars: The Clone Wars.
Mengisi suara untuk lima karakter berbeda yang senantiasa bercakap-cakap dalam satu adegan tentu bukan hal mudah. Dee mengaku, dia harus banyak berlatih agar bisa menyulihsuarakan masing-masing karakter ini dengan baik. Apalagi, dia juga dituntut untuk memberikan perbedaan pada masing-masing karakter tersebut.
Dalam Virtual Global Press Conference dan wawancara roundtable Star Wars: The Bad Batch yang juga diikuti GENSINDO beberapa waktu lalu, Dee menceritakan tantangan yang dia hadapi selama menyulihsuarakan karakter-karakter tersebut. Di The Bad Batch, Dee memberikan suara untuk Hunter, Wrecker, Tech, Echo dan juga Crosshairs. Bagi yang telah menonton episode 1 serial animasi ini, tentu bisa membedakan suara mereka.
Baca Juga: Star Wars: The Bad Batch, Tontonan Seru dari Kisah Perang Bintang
Bagi Dee, pengalamannya menyulihsuarakan karakter-karakter tersebut di Star Wars: The Clone Wars memberinya banyak pengalaman. Namun, tetap saja, The Bad Batch memberinya tantangan lain. Di The Clone Wars, dia masih berbagi tugas dengan aktor lain. Sementara, di The Bad Batch, dia melakukan banyak sulih suara sendiri.
Dalam menyulihsuarakan kelima karakter itu, Dee harus melakukan perbedaan untuk masing-masing karakter. Namun, dia terbantu dengan skrip skenario cerita yang jelas. Inilah yang membuatnya merasa lebih mudah melakukan tugasnya di The Bad Batch.
“The Batch Batch sebenarnya lebih jauh satu dari yang lain, yang anehnya membuatnya agak sedikit lebih mudah untuk melompat dari satu karakter ke karakter lain. Maksud saya, buat saya, ini rasanya seperti melompat dari satu batu ke batu lain di sungai. Saya bisa melihat batunya. Penulisannya jelas. Dan, saya seperti bisa melihatnya. Saya merasa bisa merasakan mereka dan ini sebenarnya membantu membedakan dalam vokal mereka, dan juga pada kepribadian, mood mereka. Begitulah. Ini terlihat lebih seperti tipuan sulap lalu mungkin ini dilakukan pada Clones, tapi itu masih menjadi proses mengagumkan bagi aktor suara untuk melakukan adegan di mana saya harus bicara pada diri saya sendiri,” papar Dee.
Mengisi suara untuk lima karakter berbeda yang senantiasa bercakap-cakap dalam satu adegan tentu bukan hal mudah. Dee mengaku, dia harus banyak berlatih agar bisa menyulihsuarakan masing-masing karakter ini dengan baik. Apalagi, dia juga dituntut untuk memberikan perbedaan pada masing-masing karakter tersebut.
Dalam Virtual Global Press Conference dan wawancara roundtable Star Wars: The Bad Batch yang juga diikuti GENSINDO beberapa waktu lalu, Dee menceritakan tantangan yang dia hadapi selama menyulihsuarakan karakter-karakter tersebut. Di The Bad Batch, Dee memberikan suara untuk Hunter, Wrecker, Tech, Echo dan juga Crosshairs. Bagi yang telah menonton episode 1 serial animasi ini, tentu bisa membedakan suara mereka.
Baca Juga: Star Wars: The Bad Batch, Tontonan Seru dari Kisah Perang Bintang
Bagi Dee, pengalamannya menyulihsuarakan karakter-karakter tersebut di Star Wars: The Clone Wars memberinya banyak pengalaman. Namun, tetap saja, The Bad Batch memberinya tantangan lain. Di The Clone Wars, dia masih berbagi tugas dengan aktor lain. Sementara, di The Bad Batch, dia melakukan banyak sulih suara sendiri.
Dalam menyulihsuarakan kelima karakter itu, Dee harus melakukan perbedaan untuk masing-masing karakter. Namun, dia terbantu dengan skrip skenario cerita yang jelas. Inilah yang membuatnya merasa lebih mudah melakukan tugasnya di The Bad Batch.
“The Batch Batch sebenarnya lebih jauh satu dari yang lain, yang anehnya membuatnya agak sedikit lebih mudah untuk melompat dari satu karakter ke karakter lain. Maksud saya, buat saya, ini rasanya seperti melompat dari satu batu ke batu lain di sungai. Saya bisa melihat batunya. Penulisannya jelas. Dan, saya seperti bisa melihatnya. Saya merasa bisa merasakan mereka dan ini sebenarnya membantu membedakan dalam vokal mereka, dan juga pada kepribadian, mood mereka. Begitulah. Ini terlihat lebih seperti tipuan sulap lalu mungkin ini dilakukan pada Clones, tapi itu masih menjadi proses mengagumkan bagi aktor suara untuk melakukan adegan di mana saya harus bicara pada diri saya sendiri,” papar Dee.
Lihat Juga :