4 Jenis Teman yang Kalian Butuhkan dalam Hidup
Selasa, 11 Mei 2021 - 13:39 WIB
loading...
Teman yang bermanfaat adalah teman yang bisa diandalkan untuk mencapai tujuan dalam hidup. Ada empat jenis teman yang bisa dipilih untuk tujuan hidup kalian. (Medium Forge)
A
A
A
Sadarkah kalian ketika kalian tumbuh dewasa, persahabatan adalah hal yang paling mudah hilang? Sekolah, liburan, hubungan, waktu keluarga—semuanya sangat penting dalam hidup sehingga sulit untuk menempatkan persahabatan pada prioritas yang lebih tinggi.
Pernahkah ketika sedang makan bareng teman, kalian tiba-tiba tidak ada bahan untuk diobrolkan? Sampai-sampai kalian harus memaksakan diri untuk mengobrolkan sesuatu yang terkesan basa basi hanya untuk sekadar memecah kesunyian? Obrolan itu bisa jadi seperti “Jadi, apa kabarmu akhir-akhir ini?” atau “Wah, bakwan ini enak banget ya …”
Situasi canggung seperti itu hanya akan membuat kalian bertanya-tanya, persabahatan itu buat apa sebenarnya? Namun, di saat yang sama, kalian juga merasa tidak ingin mengatakan kalau persahabatan harus memiliki tujuan untuk sesuatu. Hal ini pasti bertentangan dalam diri kalian.
Persahabatan memang ada tujuannya, dan memiliki tujuan dalam persahabatan tidak akan merusak persahabatan itu sendiri. Orang-orang datang ke hidup kalian karena suatu alasan. “Alasan” ini yang seringkali menjadi stigma dalam beberapa kasus persahatan.
Alex Lickerman, penulis The Undefantly Mind: On the Science of Constructing an Indestructible Selfmengungkapkan hal-hal yang menyatukan orang sebagai teman. Alih-alih membangun persahabatan dengan orang-orang sembarangan, kita cenderung membangun ikatan dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama, berbagi nilai-nilai yang sama, telah melalui kesulitan yang sama, dan yang saling mendukung secara setara.
Pernahkah ketika sedang makan bareng teman, kalian tiba-tiba tidak ada bahan untuk diobrolkan? Sampai-sampai kalian harus memaksakan diri untuk mengobrolkan sesuatu yang terkesan basa basi hanya untuk sekadar memecah kesunyian? Obrolan itu bisa jadi seperti “Jadi, apa kabarmu akhir-akhir ini?” atau “Wah, bakwan ini enak banget ya …”
Situasi canggung seperti itu hanya akan membuat kalian bertanya-tanya, persabahatan itu buat apa sebenarnya? Namun, di saat yang sama, kalian juga merasa tidak ingin mengatakan kalau persahabatan harus memiliki tujuan untuk sesuatu. Hal ini pasti bertentangan dalam diri kalian.
Persahabatan memang ada tujuannya, dan memiliki tujuan dalam persahabatan tidak akan merusak persahabatan itu sendiri. Orang-orang datang ke hidup kalian karena suatu alasan. “Alasan” ini yang seringkali menjadi stigma dalam beberapa kasus persahatan.
Alex Lickerman, penulis The Undefantly Mind: On the Science of Constructing an Indestructible Selfmengungkapkan hal-hal yang menyatukan orang sebagai teman. Alih-alih membangun persahabatan dengan orang-orang sembarangan, kita cenderung membangun ikatan dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama, berbagi nilai-nilai yang sama, telah melalui kesulitan yang sama, dan yang saling mendukung secara setara.
Lihat Juga :