Mana yang Lebih Penting untuk jadi Siswa Ideal, Kecerdasan atau Ketekunan?
Selasa, 18 Mei 2021 - 21:22 WIB
loading...
A
A
A
Menurut para peneliti, dalam studi tersebut yang paling penting dari delapan dimensi siswa ideal sejauh ini adalah “ketekunan dan keterlibatan”. Menurut peneliti, poin ini mencerminkan sikap positif terhadap pembelajaran, etos kerja yang kuat, antusiasme terhadap suatu mata pelajaran, dedikasi, dan usaha.
Sementara di sisi lain, yang bernilai paling rendah adalah “kecerdasan dan pendekatan strategis”. Menurut peneliti, hal ini menunjukkan bahwa "cerdas secara akademis, mampu, dan berprestasi" dipandang sebagai hal yang tidak penting secara keseluruhan.
Menurut Billy Wong , profesor pendidikan di University of Reading, menjadi cerdas dan strategis tampaknya tidak begitu penting bagi staf universitas dan hanya sedikit penting bagi beberapa mahasiswa. Hal ini begitu mengejutkan karena lulusan universitas sering dinilai berdasarkan hasil gelar mereka.
Selain itu poin "memiliki pandangan positif dan percaya diri" berada di peringkat ketiga menurut penilaian mahasiswa, tetapi peringkat keenam oleh staf universitas, karenanya tempatnya berada di posisi keempat secara keseluruhan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa siswa mungkin lebih menghargai kesehatan mental dan kesejahteraan.
![Mana yang Lebih Penting untuk jadi Siswa Ideal, Kecerdasan atau Ketekunan?]()
Foto: Shutterstock
Terakhir, para peneliti menyimpulkan bahwa delapan dimensi tersebut memberikan perhitungan atau statistik interpretasi siswa yang ideal, di luar keterampilan akademis dan pribadi yang telah diidentifikasi sebelumnya.
Sementara di sisi lain, yang bernilai paling rendah adalah “kecerdasan dan pendekatan strategis”. Menurut peneliti, hal ini menunjukkan bahwa "cerdas secara akademis, mampu, dan berprestasi" dipandang sebagai hal yang tidak penting secara keseluruhan.
Menurut Billy Wong , profesor pendidikan di University of Reading, menjadi cerdas dan strategis tampaknya tidak begitu penting bagi staf universitas dan hanya sedikit penting bagi beberapa mahasiswa. Hal ini begitu mengejutkan karena lulusan universitas sering dinilai berdasarkan hasil gelar mereka.
Selain itu poin "memiliki pandangan positif dan percaya diri" berada di peringkat ketiga menurut penilaian mahasiswa, tetapi peringkat keenam oleh staf universitas, karenanya tempatnya berada di posisi keempat secara keseluruhan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa siswa mungkin lebih menghargai kesehatan mental dan kesejahteraan.

Foto: Shutterstock
Terakhir, para peneliti menyimpulkan bahwa delapan dimensi tersebut memberikan perhitungan atau statistik interpretasi siswa yang ideal, di luar keterampilan akademis dan pribadi yang telah diidentifikasi sebelumnya.
Lihat Juga :