'Pohon Sakti' Ulin Tak Lagi Dilindungi, Bagaimana Nasib Selanjutnya?

Jum'at, 04 Juni 2021 - 16:57 WIB
loading...
A A A
Berbanding dengan waktu pertumbuhannya, penebangan terhadap pohon ulin sering dilakukan oleh para penebang liar. Hal tersebut membuat regenerasi pohon ulin semakin sulit dilakukan.

Baca Juga: Bukan cuma Laki-laki dan Perempuan, Ini Lima Gender dalam Budaya Bugis

Melansir dari petisi Ragil , dunia internasional menyadari bahwa spesies ini adalah tumbuhan langka. Komunitas konservasi internasional International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan spesies ini ke dalam Daftar Merah (the IUCN Red List of Threatened Species) dengan status vulnerable (rentan).

Disebutkan juga bahwa ancaman bagi pohon ini adalah penebangan berlebih, konversi hutan menjadi area pertanian (agrikultur) dan penggunaannya untuk industri bangunan.

Ironisnya, saat dunia internasional mati-matian melindungi pohon ulin, masyarakat Indonesia—sebagai pemilik asli—justru merusaknya demi kepentingan pribadi.

DIDUGA KEBERADAANNYA MENGGANGGU PENGUSAHA SAWIT

'Pohon Sakti' Ulin Tak Lagi Dilindungi, Bagaimana Nasib Selanjutnya?

Foto:Deposit Photos

Liputan investigasi majalah Tempo memaparkan bahwa penebangan ulin secara liar marak dilakukan oleh perusahaan sawit. Dalam investigasi ini ditemukan bahwa PT Sawit Mandiri Lestari (SML) yang melakukan penebangan. Setelah ditebang, kayu dari pohon ulin kemudian mereka jual ke Pangkalan Bun.

Effendi, ketua adat baru mendapatkan informasi tersebut dari warga karena telah memasuki wilayah adat. Ia juga mendapat informasi lain bahwa perusahaan tersebut sedang melakukan pembersihan lahan untuk ditanami sawit. Dijelaskan bahwa PT SML ternyata telah mengantongi hak guna usaha dari KLHK. Oleh karena itu, lokasi penebangan kayu ulin tersebut dimiliki oleh PT SML secara hukum.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Rekomendasi
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Berita Terkini
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Indro Warkop Gaungkan...
Indro Warkop Gaungkan Pesan Hidup Sehat Lewat Kebiasaan Harian
Dari Dunia Korporat...
Dari Dunia Korporat ke Industri Hiburan, Ryan Goutama Temukan Passion di Depan Kamera
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved