Partisipasi Pria dalam Program KB Alami Peningkatan yang Lambat, Kenapa?
Rabu, 16 Juni 2021 - 14:21 WIB
loading...
A
A
A
Dokter Raymond tak menampik bahwa masih banyak pria Indonesia yang percaya kalau berhubungan badan pakai kondom itu enggak enak dan ini menjadi masalah yang cukup besar dalam menyukseskan KB Pria.
"Rumor negatif seperti pakai kondom tidak enak, vasektomi dapat menghilangkan kejantanan hingga menimbulkan disfungsi ereksi, itu sangat tidak benar," tegasnya.
Sebagai penanggulangan masalah tersebut, terang dr Raymond, BKKBN telah melakukan berbagai kegiatan komunikasi dan informasi antara lain sosialisasi dan juga webinar untuk menguatkan kelompok KB Pria di masyarakat.
"Hingga saat ini, sudah terdapat 1.300 kelompok KB Pria dengan minimum 10 orang anggota di setiap kelompok. Para anggota tersebut selanjutnya akan membantu untuk mengkomunikasikan pentingnya keterlibatan pria dalam ber-KB," tambah dr Raymond.
Ia menegaskan sekali lagi bahwa urusan KB itu bukan hanya dipikul istri, melainkan suami mesti terlibat di dalamnya. Sebab urusan KB adalah tanggung jawab kedua belah pihak. "Apalagi pada saat pandemi Covid-19 ini di mana kejadian kehamilan tidak direncanakan juga mengalami peningkatan lebih dari 10%," sambung dr. Raymond.
"Rumor negatif seperti pakai kondom tidak enak, vasektomi dapat menghilangkan kejantanan hingga menimbulkan disfungsi ereksi, itu sangat tidak benar," tegasnya.
Sebagai penanggulangan masalah tersebut, terang dr Raymond, BKKBN telah melakukan berbagai kegiatan komunikasi dan informasi antara lain sosialisasi dan juga webinar untuk menguatkan kelompok KB Pria di masyarakat.
"Hingga saat ini, sudah terdapat 1.300 kelompok KB Pria dengan minimum 10 orang anggota di setiap kelompok. Para anggota tersebut selanjutnya akan membantu untuk mengkomunikasikan pentingnya keterlibatan pria dalam ber-KB," tambah dr Raymond.
Ia menegaskan sekali lagi bahwa urusan KB itu bukan hanya dipikul istri, melainkan suami mesti terlibat di dalamnya. Sebab urusan KB adalah tanggung jawab kedua belah pihak. "Apalagi pada saat pandemi Covid-19 ini di mana kejadian kehamilan tidak direncanakan juga mengalami peningkatan lebih dari 10%," sambung dr. Raymond.
Lihat Juga :