Berbeda dari Lainnya, Sate Rembiga Wajib Dicicip saat Liburan ke Lombok

loading...
Berbeda dari Lainnya, Sate Rembiga Wajib Dicicip saat Liburan ke Lombok
Makanan khas Lombok memang dikenal dengan rasa yang pedas dan manis seperti halnya Sate Rembiga. / Foto: Pernita Hestin
JAKARTA - Lombok tak hanya terkenal dengan pemandangan pantainya yang indah. Pulau ini juga memiliki banyak makanan khas yang mampu memanjakan lidah Anda khususnya pecinta pedas.

Baca juga: Kolesterol Tinggi, 3 Gejala Ini Ditemukan pada Mata

Makanan khas Lombok memang dikenal dengan rasa yang pedas dan manis seperti halnya Sate Rembiga. Sate yang biasanya dibuat dari daging sapi atau ayam ini memasukan beberapa bumbu di dalamnya seperti cabai keriting merah, cabai rawit, bawang putih, bawang merah, asam jawa, ketumbar, terasi, kecap manis, gula merah.

Dengan bumbu-bumbu tersebut cita rasa Sate Rembiga memang berbeda dari sate kebanyakan. MNC Portal Indonesia pun berkesempatan untuk mencoba makanan tersebut di Sate Rembiga Ibu Sinnaseh, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.



Dari penampilannya, sate ini memang sudah terlihat berbeda dari sate pada umumnya. Warnanya terlihat lebih oranye kemerahan. Bumbunya juga terlihat sangat meresap ke dalam dagingnya.

Terbukti saat dicoba rasa pedas, manis dan sedikit asam pun langsung terasa dimulut. Saat dicoba daging sapinya pun terasa empuk.

Makanan ini bisa dinikmati dengan nasi atau lontong. Tak hanya sampai disitu, makanan ini juga semakin nikmat dimakan dengan Sop Iga atau Bebalung yang bisa menetralisir rasa pedas.

Berbeda dari Lainnya, Sate Rembiga Wajib Dicicip saat Liburan ke Lombok


MNC Portal Indonesia juga mencoba untuk bertanya terkait sejarah nama makanan tersebut. Menurut penduduk lokal, Lalu Ratmaja nama tersebut sejatinya diambil dari nama daerah di Kota Mataram.

"Rembiga itu nama daerah yang diambil dari nama pohon yang ditumbuh di daerah situ. Daunnya tebal dan getahnya bisa dipakai obat gigi. Di sana cuma itu yang tumbuh," kata Lalu.



"Dulu dekat bandara banyak orang jual kerajinan dan banyak orang yang makan (sate) di sana akhirnya dinamakan sate Rembiga karena dibuat orang Rembiga," lanjutnya.

Baca juga: Song Kang Diet hingga Turun 5 Kilo Demi Bintangi Nevertheless

Menariknya lagi, Lalu menambahkan nama Rembiga sebenarnya dibacanya sebagai Rembige. Mungkin banyak wisatawan luar daerah yang masih membaca pelafalannya dengan Rembiga.
(nug)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top