Menparekraf Sandiaga Bangkitkan Kembali Festival Jazz Makassar
Selasa, 22 Juni 2021 - 15:51 WIB
loading...
Setelah 1 dekade lebih penyelenggaraannya tertatih-tatih, akhirnya di bawah kepemimpinan Menparekraf Sandiaga Uno, Makassar Jazz Festival bangkit kembali. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Festival Jazz Makassar ke-12 menjadi titik tolak kebangkitan musik jazz di Makassar. Setelah satu dekade lebih penyelenggaraannya tertatih-tatih, akhirnya di bawah kepemimpinan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, Makassar Jazz Festival bangkit kembali.
Baca juga: Trail Of Civilizations Candi Borobudur Dibuka, Sandiaga Uno Berharap Dapat Meningkatkan Kualitas Wisata hingga Membuka Lapangan Kerja
Sebelumnya, penyelenggaraan Makassar Jazz Festival diselenggarakan di Fort Rotterdam, tetapi kali ini penyelenggaraannya berlangsung di atas kapal Phinisi. Hal itu memberikan sensasi unik dan berbeda dengan memadukan musik dengan kearifan lokal berupa warisan budaya. Ini sekaligus mengangkat citra kapal Phinisi tak semata sebagai alat transportasi laut saja tetapi bisa menjadi venue pertunjukan musik berskala Internasional.
Kapal Phinisi sendiri sudah dikenal masyarakat sebagai kapal tradisional terbesar yang dibuat oleh suku Konjo, yang merupakan bagian dari sub-etnis Makassar dengan sebagian besar penduduknya di Kabupaten Bulukumba.
Keunikan seni rancang bangun dan teknologi tradisional yang ada di kapal Phinisi membuat UNESCO menetapkan sebagai Karya Agung Warisan Manusia pada 7 Desember 2017. Selain menjadi kapal terbesar tradisional Makassar, Kapal Phinisi juga merupakan kapal tradisional terbesar di Indonesia.
Baca juga: Trail Of Civilizations Candi Borobudur Dibuka, Sandiaga Uno Berharap Dapat Meningkatkan Kualitas Wisata hingga Membuka Lapangan Kerja
Sebelumnya, penyelenggaraan Makassar Jazz Festival diselenggarakan di Fort Rotterdam, tetapi kali ini penyelenggaraannya berlangsung di atas kapal Phinisi. Hal itu memberikan sensasi unik dan berbeda dengan memadukan musik dengan kearifan lokal berupa warisan budaya. Ini sekaligus mengangkat citra kapal Phinisi tak semata sebagai alat transportasi laut saja tetapi bisa menjadi venue pertunjukan musik berskala Internasional.
Kapal Phinisi sendiri sudah dikenal masyarakat sebagai kapal tradisional terbesar yang dibuat oleh suku Konjo, yang merupakan bagian dari sub-etnis Makassar dengan sebagian besar penduduknya di Kabupaten Bulukumba.
Keunikan seni rancang bangun dan teknologi tradisional yang ada di kapal Phinisi membuat UNESCO menetapkan sebagai Karya Agung Warisan Manusia pada 7 Desember 2017. Selain menjadi kapal terbesar tradisional Makassar, Kapal Phinisi juga merupakan kapal tradisional terbesar di Indonesia.
Lihat Juga :