Jangan Salah, Orang dengan Gangguan Jiwa Sangat Rentan Terpapar Covid-19
Sabtu, 26 Juni 2021 - 12:02 WIB
loading...
Anggapan masyarakat yang menilai kelompok orang dengan gangguan jiwa kebal terhadap Covid-19 dibantah. / Foto: ilustrasi/dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) belum lama ini mengungkap beberapa fakta mengenai infeksi Covid-19 yang dialami orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Anggapan masyarakat yangmenilai kelompok ini kebal Covid-19 dibantah.
Baca juga: Tiga Artis Berparas Cantik yang Warnai Senayan
Ya, ODGJ tidak kebal Covid-19 , mereka juga berisiko bahkan parahnya ketika terpapar Covid-19 kelompok gangguan jiwa dua kali lipat berisiko meninggal dunia. Hal ini mesti disikapi serius oleh semua pihak.
"Risiko kematian meningkat 2 kali lipat pada ODGJ yang terpapar infeksi Covid-19," terang laporan PDSKJI yang dibagikan ulang oleh akun Twitter verified @mbahndi, belum lama ini.
"Penanganan yang lebih intensif perlu dilakukan pada keadaan komorbid ODGJ dan Covid-19. Bukan hanya Covid-19 yang diterapi, tapi juga gangguan jiwanya perlu dipikirkan dengan teliti interaksi obat yang diberikan."
Terkait dengan risiko terpapar, PDSKJI menerangkan bahwa ODGJ memiliki risiko bahkan 7 kali lipat terpapar Covid-19 dan kemudian menularkannya. Ini merupakan hasil studi yang di-publish 2020.
Dan sayangnya, di masa pandemi seperti sekarang, semakin banyak orang yang mengalami beberapa masalah psikologis yang mana ini menjadi gerbang masuknya virus karena imunitas yang turun. Gangguan tersebut meliputi cemas, depresi, dan trauma psikologis.
Baca juga: Tiga Artis Berparas Cantik yang Warnai Senayan
Ya, ODGJ tidak kebal Covid-19 , mereka juga berisiko bahkan parahnya ketika terpapar Covid-19 kelompok gangguan jiwa dua kali lipat berisiko meninggal dunia. Hal ini mesti disikapi serius oleh semua pihak.
"Risiko kematian meningkat 2 kali lipat pada ODGJ yang terpapar infeksi Covid-19," terang laporan PDSKJI yang dibagikan ulang oleh akun Twitter verified @mbahndi, belum lama ini.
"Penanganan yang lebih intensif perlu dilakukan pada keadaan komorbid ODGJ dan Covid-19. Bukan hanya Covid-19 yang diterapi, tapi juga gangguan jiwanya perlu dipikirkan dengan teliti interaksi obat yang diberikan."
Terkait dengan risiko terpapar, PDSKJI menerangkan bahwa ODGJ memiliki risiko bahkan 7 kali lipat terpapar Covid-19 dan kemudian menularkannya. Ini merupakan hasil studi yang di-publish 2020.
Dan sayangnya, di masa pandemi seperti sekarang, semakin banyak orang yang mengalami beberapa masalah psikologis yang mana ini menjadi gerbang masuknya virus karena imunitas yang turun. Gangguan tersebut meliputi cemas, depresi, dan trauma psikologis.
Lihat Juga :