Jelang Rilis Mini Album, Ammir Gita Sajikan Musik Meditasi Lost In Atlantis
Rabu, 30 Juni 2021 - 18:42 WIB
loading...
Single Lost In Atlantis dijadikan sebagai perkenalan untuk menuju mini album meditasi yang akan segera dirilis Ammir Gita. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah musisi instrumentalis tahun ini ramai-ramai merilis karya-karya mereka. Entah karena kebetulan atau tidak, rasanya situasi pandemi dan karakter generasi sekarang ini yang terbuka terhadap isu kesehatan, menempatkan musik instrumentalis , khususnya musik meditasi menjadi tepat untuk didengarkan.
Baca juga: Agar RS dan Nakes Bisa Bernapas, PPKM Darurat Perlu Diberlakukan
Lost In Atlantis merupakan sebuah single instrumental yang dibuat musisi multi instrumen, Ammir Gita. Single itu dijadikan sebagai perkenalan untuk menuju mini album meditasi yang akan segera dirilisnya.
Ammir, yang banyak berkecimpung di industri musik mainstream, kini memberanikan diri untuk merilis karya sesuai dengan musik yang menjadi jati dirinya, yakni musik instrumental dan meditasi.
Putra dari komposer Dian HP dan Diddi Agepe ini mengatakan jika sejak 2020 meditasi menjadi sebuah movement yang dibutuhkan banyak orang.
"Walaupun belum banyak tapi pertumbuhannya terasa. Musik instrumental pun begitu, semakin luas jangkauan sosial media, maka semakin mudah pula kita melihat musikus yang berkarya secara otentik dan konsisten di jalur yang non mainstream," ujar Ammir melalui siaran persnya, Rabu (30/6).
Lagu Lost In Atlantis merupakan karya personal bagi Ammir lantaran pada 2008 pernah dibawakan bersama sang ayah dan Prabbu Shatmata Ensemble dalam konser meditasi di teater Salihara, Jakarta. Kemudian hasil rilisan tahun ini, Ammir telah membuatnya kembali dengan eksplorasi rasa, jiwa, dan raga yang dia alami sebagai seorang musisi.
Baca juga: Agar RS dan Nakes Bisa Bernapas, PPKM Darurat Perlu Diberlakukan
Lost In Atlantis merupakan sebuah single instrumental yang dibuat musisi multi instrumen, Ammir Gita. Single itu dijadikan sebagai perkenalan untuk menuju mini album meditasi yang akan segera dirilisnya.
Ammir, yang banyak berkecimpung di industri musik mainstream, kini memberanikan diri untuk merilis karya sesuai dengan musik yang menjadi jati dirinya, yakni musik instrumental dan meditasi.
Putra dari komposer Dian HP dan Diddi Agepe ini mengatakan jika sejak 2020 meditasi menjadi sebuah movement yang dibutuhkan banyak orang.
"Walaupun belum banyak tapi pertumbuhannya terasa. Musik instrumental pun begitu, semakin luas jangkauan sosial media, maka semakin mudah pula kita melihat musikus yang berkarya secara otentik dan konsisten di jalur yang non mainstream," ujar Ammir melalui siaran persnya, Rabu (30/6).
Lagu Lost In Atlantis merupakan karya personal bagi Ammir lantaran pada 2008 pernah dibawakan bersama sang ayah dan Prabbu Shatmata Ensemble dalam konser meditasi di teater Salihara, Jakarta. Kemudian hasil rilisan tahun ini, Ammir telah membuatnya kembali dengan eksplorasi rasa, jiwa, dan raga yang dia alami sebagai seorang musisi.
Lihat Juga :