alexametrics

Anggy Umbara Keluhkan Kondisi Perfilman Tanah Air yang Sudah Kritis

loading...
Anggy Umbara Keluhkan Kondisi Perfilman Tanah Air yang Sudah Kritis
Rumah produksi film milik Anggy Umbara, Umbara Brothers mulai merasakan dampak ekonomi dari pandemi Covid-19. / Foto: Thomas Manggalla
A+ A-
JAKARTA - Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada kelangsungan industri film Tanah Air. Selain bioskopbelum bisa beraktivitas, pekerja film juga tidak bisa bekerja untuk mengisi pasokan film ke gedung bioskop. Sutradara Anggy Umbara pun berharap pandemi global ini bisa segera berakhir.

"Saya berharap bila pandemi virus corona ini tidak berkepanjangan, sehingga dampaknya tidak makin membesar buat kami pekerja film karena pekerja harian," kata Anggy Umbara dalam sebuah acara Halal Bihalal virtual, awal pekan ini.

Sutradara film Warkop DKI Reborn itu juga mengungkapkan bahwa rumah produksi film miliknya, Umbara Brothers, mulai merasakan dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 ini. Pasalnya, rumah produksinya tidak bisa beraktivitas, termasuk menjalani aktivitas produksi film atau syuting.



Sebagai pemilik rumah produksi, Anggy mempunyai karyawan yang tetap harus diberi upah. Bahkan, Anggy sudah berupaya dengan membuka kelas, dan hal ini cukup membantunya. "Ya, kemarin bisa terkumpul uang sampai hampir Rp100 juta dan kita bagikan itu ke sutradara, talent coordinator. Tapi, baru di level itu, kalau kru dan sisanya masih usaha masing-masing," ucapnya.

Menurut pria kelahiran 21 Oktober 1980 itu, kondisi perfilman Indonesia saat ini sudah sangat kritis. Oleh karenanya, dia mempertanyakan seperti apa cara Direktur Film, Musik dan Media Baru Kemendikbud, Ahmad Mahendra --yang juga turut dalam kegiatan Halal Bihalal- dan Kemdikbud menangani semua masalah tersebut.

"Ya, kita pastinya dukung keputusan pemerintah, tapi yang jadi pertanyaan, ini gimana kalau kita mau mulai lagi. Saat ini, kita masih menunggu SOP New Nomal di Indonesia, karena kan virus ini sertinya masih ada dan vaksin belum ditemukan," kata Anggy.

"Menyikapi kondisi sekarang ini, saya pun jadi bertanya-tanya, apakah gairah industri akan bisa kembali seperti dulu dengan adanya pandemi ini," katanya lagi.

Menanggapi keluhan tersebut, Ahmad Mahendra mengaku jika sempat ada wacana dari pemerintah untuk mengucurkan dana buat membantu para pekerja film Indonesia. Sayangnya, hingga kini belum juga terealisasi.

"Memang belum turun, data kita ada 38 ribu pelaku seni yang sudah mengisi borang untuk menerima dana dari pemerintah. Tapi, kita akan cari semuanya datanya di KBPN dulu. Jadi, nanti langsung ke rekening masing-masing. Tapi, itu untuk pekerja seni secara keseluruhan sih, bukan cuma pekerja film," terang Ahmad Mahendra.

Ahmad Mahendra pun meminta untuk bersabar. "Kami tengah berusaha agar dananya segera turun, untuk itu saya minta teman-teman insan film bersabar," tukasnya.

Sementara itu, di samping Ahmad Mahendra dan Anggy Umbara, Halal Bihalal virtual itu turut menghadirkan Ketua GPBSI, Donny Syafruddin; Ketua DPO PPFI, Firman Bintang; Anggota LSF, Noorca M. Massardi; dan aktris film Putri Ayudhia.
(nug)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak