Mengenal Lizzo, Musisi Nyentrik yang Giat Kampanyekan Self-Confident dan Self-Love
Rabu, 27 Mei 2020 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Melansir AP News, Lizzo mengaku bahwa dulu ia gak pede dengan bentuk tubuhnya.
“Waktu kecil, aku sering menonton acara televisi atau membaca majalah yang menampilkan gadis-gadis bertubuh ramping dan berambut pirang. Setelah itu, aku menjadi rendah diri karena tubuhku yang curvy dan aku berkulit hitam,” ujarnya.
Ia pun sering mendapat komentar negatif dari beberapa orang. Hal itu membuat Lizzo terpuruk. Ia merasa tidak cantik dan malu dengan dirinya.
Tapi, ia menemukan kembali kepercayaan dirinya setelah mengembangkan bakat musiknya, yaitu menyanyi dan bermain suling. Menurut Lizzo, musik bikin dia sadar bahwa setiap orang gak sempurna, makanya dia memilih untuk menerima dirinya sendiri.
Lizzo juga menyatakan bahwa ia tetap rajin berolahraga untuk menjaga kesehatan dan staminanya, tapi bukan untuk menurunkan berat badannya. Ini adalah bagian dari bentuk rasa cintanya terhadap diri sendiri
“Bahkan model bertubuh ramping pun pasti punya kelebihan dan kelemahannya sendiri. Jadi, aku belajar untuk menerima diri dan mengasah kemampuan yang kumiliki. Menurutku, semua wanita cantik, asalkan memiliki kepercayaan diri dan bisa menerima dirinya," katanya panjang lebar.
![Mengenal Lizzo, Musisi Nyentrik yang Giat Kampanyekan Self-Confident dan Self-Love]()
Mendobrak Stereotip Kecantikan
Ketika diwawancarai British Vogue, Lizzo menyatakan bahwa industri mode masih cenderung menetapkan standar kecantikan tertentu, yaitu perempuan cantik adalah yang badannya ramping.
Soal komentar negatif yang sering diterima soal bentuk tubuhnya, Lizzo menjawab dengan tegas, “Aku sehat dan itu gak merugikan siapa pun. Jadi, kenapa kalian harus terusik dengan bentuk tubuhku?” ujarnya, dikutip dari Rolling Stones.
Salah satu cara Lizzo dalam berjuang mengubah stereotip tentang perempuan bertubuh besar adalah dengan berpakaian unik dalam setiap pertunjukan maupun acara formal yang dihadirinya.
Lizzo juga sering mengunggah fotonya di media sosial, dengan harapan supaya makin banyak orang yang menghargai keberagaman bentuk tubuh dan berhenti menghujat.
Hal tersebut membuat beberapa majalah mode ternama, seperti Vogue dan Marie Claire Brasil menjadikannya sebagai salah satu ikon mode dan memajangnya di sampul majalah mereka.
Majalah TIME juga menganugerahinya Entertainer of the Year (2019), berkat kontribusinya pada musik dan aktivismenya dalam bidang citra diri.
“Waktu kecil, aku sering menonton acara televisi atau membaca majalah yang menampilkan gadis-gadis bertubuh ramping dan berambut pirang. Setelah itu, aku menjadi rendah diri karena tubuhku yang curvy dan aku berkulit hitam,” ujarnya.
Ia pun sering mendapat komentar negatif dari beberapa orang. Hal itu membuat Lizzo terpuruk. Ia merasa tidak cantik dan malu dengan dirinya.
Tapi, ia menemukan kembali kepercayaan dirinya setelah mengembangkan bakat musiknya, yaitu menyanyi dan bermain suling. Menurut Lizzo, musik bikin dia sadar bahwa setiap orang gak sempurna, makanya dia memilih untuk menerima dirinya sendiri.
Lizzo juga menyatakan bahwa ia tetap rajin berolahraga untuk menjaga kesehatan dan staminanya, tapi bukan untuk menurunkan berat badannya. Ini adalah bagian dari bentuk rasa cintanya terhadap diri sendiri
“Bahkan model bertubuh ramping pun pasti punya kelebihan dan kelemahannya sendiri. Jadi, aku belajar untuk menerima diri dan mengasah kemampuan yang kumiliki. Menurutku, semua wanita cantik, asalkan memiliki kepercayaan diri dan bisa menerima dirinya," katanya panjang lebar.
.jpg)
Mendobrak Stereotip Kecantikan
Ketika diwawancarai British Vogue, Lizzo menyatakan bahwa industri mode masih cenderung menetapkan standar kecantikan tertentu, yaitu perempuan cantik adalah yang badannya ramping.
Soal komentar negatif yang sering diterima soal bentuk tubuhnya, Lizzo menjawab dengan tegas, “Aku sehat dan itu gak merugikan siapa pun. Jadi, kenapa kalian harus terusik dengan bentuk tubuhku?” ujarnya, dikutip dari Rolling Stones.
Salah satu cara Lizzo dalam berjuang mengubah stereotip tentang perempuan bertubuh besar adalah dengan berpakaian unik dalam setiap pertunjukan maupun acara formal yang dihadirinya.
Lizzo juga sering mengunggah fotonya di media sosial, dengan harapan supaya makin banyak orang yang menghargai keberagaman bentuk tubuh dan berhenti menghujat.
Hal tersebut membuat beberapa majalah mode ternama, seperti Vogue dan Marie Claire Brasil menjadikannya sebagai salah satu ikon mode dan memajangnya di sampul majalah mereka.
Majalah TIME juga menganugerahinya Entertainer of the Year (2019), berkat kontribusinya pada musik dan aktivismenya dalam bidang citra diri.
Lihat Juga :