Pentingnya Pola Tidur Demi Menjaga Kekebalan Tubuh Saat Pandemi
Rabu, 27 Mei 2020 - 22:30 WIB
loading...
Beberapa penelitian menunjukkan rasa cemas dan gelisah dapat menyebabkan masalah tidur yang serius, seperti insomnia. Kecemasan juga dapat menyebabkan orang merasa lelah. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Pandemi virus corona atau COVID-19 menimbulkan kepanikan dan cemas. Orang-orang juga harus tinggal di rumah. Bagaimana bisa melewati masa yang penuh tantangan ini tanpa merasa stres dan tertekan?
Kecemasan akan terdampak dan terinfeksi diri, rasa terisolasi, kekhawatiran akan orang-orang terkasih yang berisiko, serta penyebaran berita mengenai pandemi COVID-19, menguras tenaga, membebani pikiran, serta membuat lelah.
WHO mengatakan bahwa bahwa kondisi pandemi COVID-19 ini telah membuat perubahan besar pada rutinitas harian. Perubahan-perubahan ini bisa sangat sulit bagi mereka yang memiliki tantangan kesehatan mental.
Perasaan stres dan bingung merupakan sebuah dampak alami yang dapat terjadi di tengah masa krisis ini. Untungnya, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental.
Health Practitioner, PT Avrist Assurance, dr. Herman Irawan, menyarankan cegah rasa cemas dan gelisah dengan membekali diri dengan pengetahuan yang tepat mengenai COVID-19 dan menjaga kualitas berita yang diterima setiap hari.
“Carilah informasi mengenai COVID-19 dari sumber berita terpercaya agar mengurangi rasa ketidakpastian. Kedua, adalah melatih otak untuk tetap tenang dan memandang dengan perspektif berbeda serta memiliki pikiran yang positif. Luangkan waktu untuk belajar hal baru agar dapat mengalihkan rasa kecemasan,” kata dr Herman.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rasa cemas dan gelisah dapat juga menyebabkan masalah tidur yang serius, seperti insomnia. Mengalami serangan kecemasan dapat menyebabkan banyak orang merasa lelah. Rasa untuk tidur pun sulit terjadi karena kecemasan dan rasa khawatir.
Kecemasan akan terdampak dan terinfeksi diri, rasa terisolasi, kekhawatiran akan orang-orang terkasih yang berisiko, serta penyebaran berita mengenai pandemi COVID-19, menguras tenaga, membebani pikiran, serta membuat lelah.
WHO mengatakan bahwa bahwa kondisi pandemi COVID-19 ini telah membuat perubahan besar pada rutinitas harian. Perubahan-perubahan ini bisa sangat sulit bagi mereka yang memiliki tantangan kesehatan mental.
Perasaan stres dan bingung merupakan sebuah dampak alami yang dapat terjadi di tengah masa krisis ini. Untungnya, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental.
Health Practitioner, PT Avrist Assurance, dr. Herman Irawan, menyarankan cegah rasa cemas dan gelisah dengan membekali diri dengan pengetahuan yang tepat mengenai COVID-19 dan menjaga kualitas berita yang diterima setiap hari.
“Carilah informasi mengenai COVID-19 dari sumber berita terpercaya agar mengurangi rasa ketidakpastian. Kedua, adalah melatih otak untuk tetap tenang dan memandang dengan perspektif berbeda serta memiliki pikiran yang positif. Luangkan waktu untuk belajar hal baru agar dapat mengalihkan rasa kecemasan,” kata dr Herman.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rasa cemas dan gelisah dapat juga menyebabkan masalah tidur yang serius, seperti insomnia. Mengalami serangan kecemasan dapat menyebabkan banyak orang merasa lelah. Rasa untuk tidur pun sulit terjadi karena kecemasan dan rasa khawatir.
Lihat Juga :