Kombinasi Ilmu Bisnis dan Teknologi Berpotensi Dongkrak Kesejahteraan
Sabtu, 24 Juli 2021 - 20:51 WIB
loading...
Ilmu pengetahuan bisnis dan teknologi adalah kombinasi hebat untuk mendongkrak kesejahteraan bangsa. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Universitas Prasetiya Mulya sebagai institusi pendidikan berfokus untuk membawa perubahan dalam membuka pola pikir, bahwa ilmu pengetahuan bisnis dan teknologi adalah kombinasi hebat untuk mendongkrak kesejahteraan bangsa.
Baca juga: Sudah Sembuh Covid-19 tapi Masih Batuk dan Sesak? Ini Alasannya
Bertahun-tahun institusi pendidikan ini bekerja meningkatkan dan terus memperbaharui metode pengajarannya agar dapat sesuai dengan kebutuhan industri dan era di masa depan, seperti yang terlihat dalam program-program di School of Business Economics dan School of Applied STEM Prasetiya Mulya.
Sebagai bukti, belum lama ini mahasiswa Prasetiya Mulya berhasil memenangkan Juara II Mile Zero Project Competition yang diselenggarakan oleh ITB. Tiga mahasiswa, masing-masing dari jurusan Finance and Banking, Digital Business Technology (Software Engineering), dan Renewable Energy Engineering meramu ide untuk memberdayakan masyarakat melalui teknologi terkini yang solutif.
"Di samping keunggulan teknologi, saya juga belajar banyak hal tentang bisnis, terutama tentang perhitungan biaya. Saya jadi tahu bagaimana scale-up sebuah ide untuk menjadi investasi. Jadi kami bisa lebih yakin saat mengusung ide bisnis teknologi ini," tutur Putu Ayu Narsih, mahasiswa S1 Renewable Energy Engineering Prasetiya Mulya dalam keterangan tetulis, Sabtu (24/7).
Ni Putu Diah, mahasiswa S1 Finance and Banking semester 4 menambahkan, lebih seru kolaborasi bersama jurusan lain, muncul banyak ide yang saya pikir tidak mungkin, ternyata bisa. "Dari pengetahuan teknologi mereka, banyak hal unik yang bisa dibuat dan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen atau pasar," sambungnya.
Kolaborasi mahasiswa antar jurusan juga terlihat dalam Petrolida Business Case Competition 2021 yang diprakarsai ITS. Berskala internasional, mahasiswa mendapat dukungan penuh dari kampus dan berhasil meraih Juara 1 dalam keterampilannya sebagai konsultan yang memberikan solusi bisnis.
Baca juga: Sudah Sembuh Covid-19 tapi Masih Batuk dan Sesak? Ini Alasannya
Bertahun-tahun institusi pendidikan ini bekerja meningkatkan dan terus memperbaharui metode pengajarannya agar dapat sesuai dengan kebutuhan industri dan era di masa depan, seperti yang terlihat dalam program-program di School of Business Economics dan School of Applied STEM Prasetiya Mulya.
Sebagai bukti, belum lama ini mahasiswa Prasetiya Mulya berhasil memenangkan Juara II Mile Zero Project Competition yang diselenggarakan oleh ITB. Tiga mahasiswa, masing-masing dari jurusan Finance and Banking, Digital Business Technology (Software Engineering), dan Renewable Energy Engineering meramu ide untuk memberdayakan masyarakat melalui teknologi terkini yang solutif.
"Di samping keunggulan teknologi, saya juga belajar banyak hal tentang bisnis, terutama tentang perhitungan biaya. Saya jadi tahu bagaimana scale-up sebuah ide untuk menjadi investasi. Jadi kami bisa lebih yakin saat mengusung ide bisnis teknologi ini," tutur Putu Ayu Narsih, mahasiswa S1 Renewable Energy Engineering Prasetiya Mulya dalam keterangan tetulis, Sabtu (24/7).
Ni Putu Diah, mahasiswa S1 Finance and Banking semester 4 menambahkan, lebih seru kolaborasi bersama jurusan lain, muncul banyak ide yang saya pikir tidak mungkin, ternyata bisa. "Dari pengetahuan teknologi mereka, banyak hal unik yang bisa dibuat dan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen atau pasar," sambungnya.
Kolaborasi mahasiswa antar jurusan juga terlihat dalam Petrolida Business Case Competition 2021 yang diprakarsai ITS. Berskala internasional, mahasiswa mendapat dukungan penuh dari kampus dan berhasil meraih Juara 1 dalam keterampilannya sebagai konsultan yang memberikan solusi bisnis.
Lihat Juga :