Enam Fase Menuju Aman dalam Dunia Travel akibat Corona
Selasa, 21 April 2020 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Fase 3: Menerima Situasi (Maret-Mei 2020)
Seiring berjalannya waktu, virus corona semakin menyebar ke berbagai wilayah, seperti Banten, Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, NTT, NTB, Maluku, hingga Papua. Hal ini yang kemudian membuat pemerintah sesegera mungkin mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan physical distancing atau menjaga jarak fisik, yang kemudian diikuti dengan kebijakan bekerja dari rumah, belajar jarak jauh dan imbauan masyarakat agar tetap di rumah.
Tak hanya itu, sebagai upaya untuk memutus rantai Covid-19 dengan lebih cepat, pemerintah pun mendistribusikan ratusan ribu alat rapid test ke seluruh Indonesia. Demi mendukung hal ini, Kementerian Kesehatan juga kemudian menerbitkan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kemudian diterapkan secara bertahap di beberapa daerah, seperti DKI Jakarta, Depok, Bekasi, dan yang lainnya.
Fase ini pun turut memberikan dampak besar bagi dunia travel. Banyak masyarakat yang terpaksa membatalkan atau mengubah rencana perjalanannya. Menariknya, setiap individu pada fase ini telah menjadi pribadi yang lebih peduli akan kesehatan dan kebersihan. Beberapa upaya pencegahan, antara lain berjemur, mencuci tangan dengan sabun secara berkala, mengonsumsi vitamin, dan tetap di rumah sudah dilakukan secara penuh kesadaran.
Fase 4: Mengatur Ulang (Juni-Juli 2020)
Mulai pertengahan 2020 nanti, jika masyarakat terus melakukan berbagai upaya pencegahan dan mengikuti anjuran pemerintah secara disiplin, diperkirakan keadaan akan mulai membaik. Di fase ini, setiap individu maupun organisasi akan memulai semuanya dari awal, secara perlahan. Begitu pun dari sektor travel, khususnya pesawat. Meski mungkin masih ada sejumlah maskapai yang belum kembali beroperasi seperti sedia kala, namun beberapa di antaranya akan mulai membuka rute penerbangan, meski hanya ke beberapa tujuan saja. Mereka akan lebih mengutamakan destinasi yang kerap dipilih untuk perjalanan bisnis, mengingat pada fase ini sebagian masyarakat Indonesia sudah mulai kembali bekerja dan beraktivitas ke luar rumah.
Seiring berjalannya waktu, virus corona semakin menyebar ke berbagai wilayah, seperti Banten, Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, NTT, NTB, Maluku, hingga Papua. Hal ini yang kemudian membuat pemerintah sesegera mungkin mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan physical distancing atau menjaga jarak fisik, yang kemudian diikuti dengan kebijakan bekerja dari rumah, belajar jarak jauh dan imbauan masyarakat agar tetap di rumah.
Tak hanya itu, sebagai upaya untuk memutus rantai Covid-19 dengan lebih cepat, pemerintah pun mendistribusikan ratusan ribu alat rapid test ke seluruh Indonesia. Demi mendukung hal ini, Kementerian Kesehatan juga kemudian menerbitkan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kemudian diterapkan secara bertahap di beberapa daerah, seperti DKI Jakarta, Depok, Bekasi, dan yang lainnya.
Fase ini pun turut memberikan dampak besar bagi dunia travel. Banyak masyarakat yang terpaksa membatalkan atau mengubah rencana perjalanannya. Menariknya, setiap individu pada fase ini telah menjadi pribadi yang lebih peduli akan kesehatan dan kebersihan. Beberapa upaya pencegahan, antara lain berjemur, mencuci tangan dengan sabun secara berkala, mengonsumsi vitamin, dan tetap di rumah sudah dilakukan secara penuh kesadaran.
Fase 4: Mengatur Ulang (Juni-Juli 2020)
Mulai pertengahan 2020 nanti, jika masyarakat terus melakukan berbagai upaya pencegahan dan mengikuti anjuran pemerintah secara disiplin, diperkirakan keadaan akan mulai membaik. Di fase ini, setiap individu maupun organisasi akan memulai semuanya dari awal, secara perlahan. Begitu pun dari sektor travel, khususnya pesawat. Meski mungkin masih ada sejumlah maskapai yang belum kembali beroperasi seperti sedia kala, namun beberapa di antaranya akan mulai membuka rute penerbangan, meski hanya ke beberapa tujuan saja. Mereka akan lebih mengutamakan destinasi yang kerap dipilih untuk perjalanan bisnis, mengingat pada fase ini sebagian masyarakat Indonesia sudah mulai kembali bekerja dan beraktivitas ke luar rumah.
Lihat Juga :