Meredakan Amarah ala Thich Nhat Hanh, The Father of Mindfulness
Kamis, 28 Mei 2020 - 22:30 WIB
loading...
A
A
A
Kita harus merawat tubuh kita dengan sangat baik jika kita ingin menguasai amarah kita. Cara kita makan, cara konsumsi kita, akhirnya jadi sangat penting.
Cara yang efektif untuk memadamkan api kemarahan adalah dengan metode pernapasan penuh fokus dan konsentrasi, metode berjalan penuh kesadaran, metode juga merangkul kemarahan kita. Metode memandang sifat kita, dan memandang orang lain untuk menyadari bahwa "dia juga banyak menderita dan butuh bantuan".
![Meredakan Amarah ala Thich Nhat Hanh, The Father of Mindfulness]()
Thich Nhat Hanh. Foto:thichnhathanhfoundation.org
Bernapas secara sadar adalah mengetahui bahwa udara masuk tubuh kita, mengetahui bahwa tubuh kita saling bertukar udara. Hanya perlu satu napas sadar untuk kembali berhubungan dengan diri kita dan segala sesuatu di sekitar kita.
Latihan mengatur amarah memiliki dua fase. Fase pertama merangkul dan mengenali. Katakan pada diri sendiri, “Kemarahan, aku tahu kamu ada di sana, aku akan menyikapi kamu dengan baik."
Fase kedua adalah melihat sifat kemarahan lebih dalam untuk melihat bagaimana hal tersebut terjadi. Mengekspresikan kemarahan dengan bijak, kapan kemarahan terjadi dalam diri kita, dan kita harus mengenali dan menerima bahwa kemarahan ada di sana.
Pada saat itu, kita disarankan untuk tidak mengatakan apa-apa, tidak melakukan apa pun karena marah. Ketika pemahaman mengenai kemarahan telah kita sadari, kemarahan akan berlalu begitu saja.
![Meredakan Amarah ala Thich Nhat Hanh, The Father of Mindfulness]()
Foto: mindful.org
Cara yang efektif untuk memadamkan api kemarahan adalah dengan metode pernapasan penuh fokus dan konsentrasi, metode berjalan penuh kesadaran, metode juga merangkul kemarahan kita. Metode memandang sifat kita, dan memandang orang lain untuk menyadari bahwa "dia juga banyak menderita dan butuh bantuan".

Thich Nhat Hanh. Foto:thichnhathanhfoundation.org
Bernapas secara sadar adalah mengetahui bahwa udara masuk tubuh kita, mengetahui bahwa tubuh kita saling bertukar udara. Hanya perlu satu napas sadar untuk kembali berhubungan dengan diri kita dan segala sesuatu di sekitar kita.
Latihan mengatur amarah memiliki dua fase. Fase pertama merangkul dan mengenali. Katakan pada diri sendiri, “Kemarahan, aku tahu kamu ada di sana, aku akan menyikapi kamu dengan baik."
Fase kedua adalah melihat sifat kemarahan lebih dalam untuk melihat bagaimana hal tersebut terjadi. Mengekspresikan kemarahan dengan bijak, kapan kemarahan terjadi dalam diri kita, dan kita harus mengenali dan menerima bahwa kemarahan ada di sana.
Pada saat itu, kita disarankan untuk tidak mengatakan apa-apa, tidak melakukan apa pun karena marah. Ketika pemahaman mengenai kemarahan telah kita sadari, kemarahan akan berlalu begitu saja.

Foto: mindful.org
Lihat Juga :