Penjelasan Film 'Blood Red Sky', dari Alasan Pembajakan hingga Adegan Akhir Film
Rabu, 04 Agustus 2021 - 19:07 WIB
loading...
A
A
A
3. ALASAN PEMBAJAKAN PESAWAT
![Penjelasan Film 'Blood Red Sky', dari Alasan Pembajakan hingga Adegan Akhir Film]()
Foto: Netflix
Sebenarnya alasan pembajakan pesawat tidak dijelaskan secara lengkap, karena rencana lengkapnya hanya diketahui oleh pemimpin tim, Berg, yang digigit dan kemudian mati karena Nadja sejak awal cerita. Namun, film ini menawarkan beberapa detail dari rencana tersebut dan menyarankan beberapa kemungkinan.
Pertama, rencana pembajakan diatur oleh orang yang punya kuasa, karena dia bisa menempatkan pembajak sebagai co-pilot (Bastian) dan sebagai pramugara (Eightball).
Berikutnya, para penumpang, yaitu Muhammed dan Farid secara khusus dipilih untuk dijadikan kambing hitam dan dipastikan berada di pesawat. Pada awal film, Farid diperlihatkan sedang menelepon dan dia mengeluh bahwa seseorang yang mengatur penerbangannya melakukan perubahan pada menit terakhir. Pada akhir film dia mengetahui bahwa konferensi yang seharusnya dia hadiri ternyata tidak ada. Jadi sekali lagi, Farid memang sengaja dijebak.
Rencana awalnya adalah, para pembajak akan mengalihkan penerbangan dari New York ke London, lalu menabrakkan pesawat ke pusat kota London. Motif rekayasanya adalah bahwa pelakunya teroris dengan alasan religius karena kita melihat Farid dipaksa membacakan manifesto. Sebelum menabrakkan pesawat, para pembajak akan kabur dengan menggunakan parasut.
Sayangnya, kita tidak bisa mengetahui secara pasti motif para pembajak karena pemimpin mereka, Berg, dibunuh oleh Nadja sejak awal film. Ini membuat para pembajak yang tersisa tidak punya cara untuk menghubungi orang yang memerintah mereka.
Bastian menyarankan bahwa mereka harus keluar selagi masih bisa, tapi karena Mohammed telah memutarkan pesawat keluar dari jalur yang diinginkan para pembajak, mereka terpaksa harus merebut kembali kendali pesawat demi mengembalikannya ke rute yang mereka inginkan dan kabur di rute yang lebih aman.
Pada awal film, disebutkan dari siaran di televisi di kamar Nadja bahwa saham penerbangan sedang meroket. Jadi ada asumsi bahwa para pembajak ingin menurunkan harga saham demi mengambil keuntungan atas anjloknya saham tersebut (jika kecelakaan pesawat akhirnya terjadi). Namun ada juga spekulasi dari penumpang bahwahal ini terkait pemilu.
Baca Juga: Fakta Sebenarnya dari Rumor Film 'La Llorona' Bagian dari 'The Conjuring Universe'
4. IDENTITAS KETIGA MUSLIM YANG DIJADIKAN KAMBING HITAM
![Penjelasan Film 'Blood Red Sky', dari Alasan Pembajakan hingga Adegan Akhir Film]()
Foto: Netflix
Dalam prolog "Blood Red Sky", dikatakan setidaknya ada satu penumpang yang masuk dalam daftar pengawasan pemerintah Jerman untuk urusan terorisme. Ketika Farid, Mohammed, dan satu penumpang lain ditangkap para pembajak, terungkap bahwa satu penumpang tersebut pernah terlibat dalam organisasi ekstremis. Namun dia mengatakan bahwa dia sudah tidak lagi bergabung dalam kelompok tersebut. Jadi dia akan dijadikan kambing hitam karena latar belakang masa lalunya itu.

Foto: Netflix
Sebenarnya alasan pembajakan pesawat tidak dijelaskan secara lengkap, karena rencana lengkapnya hanya diketahui oleh pemimpin tim, Berg, yang digigit dan kemudian mati karena Nadja sejak awal cerita. Namun, film ini menawarkan beberapa detail dari rencana tersebut dan menyarankan beberapa kemungkinan.
Pertama, rencana pembajakan diatur oleh orang yang punya kuasa, karena dia bisa menempatkan pembajak sebagai co-pilot (Bastian) dan sebagai pramugara (Eightball).
Berikutnya, para penumpang, yaitu Muhammed dan Farid secara khusus dipilih untuk dijadikan kambing hitam dan dipastikan berada di pesawat. Pada awal film, Farid diperlihatkan sedang menelepon dan dia mengeluh bahwa seseorang yang mengatur penerbangannya melakukan perubahan pada menit terakhir. Pada akhir film dia mengetahui bahwa konferensi yang seharusnya dia hadiri ternyata tidak ada. Jadi sekali lagi, Farid memang sengaja dijebak.
Rencana awalnya adalah, para pembajak akan mengalihkan penerbangan dari New York ke London, lalu menabrakkan pesawat ke pusat kota London. Motif rekayasanya adalah bahwa pelakunya teroris dengan alasan religius karena kita melihat Farid dipaksa membacakan manifesto. Sebelum menabrakkan pesawat, para pembajak akan kabur dengan menggunakan parasut.
Sayangnya, kita tidak bisa mengetahui secara pasti motif para pembajak karena pemimpin mereka, Berg, dibunuh oleh Nadja sejak awal film. Ini membuat para pembajak yang tersisa tidak punya cara untuk menghubungi orang yang memerintah mereka.
Bastian menyarankan bahwa mereka harus keluar selagi masih bisa, tapi karena Mohammed telah memutarkan pesawat keluar dari jalur yang diinginkan para pembajak, mereka terpaksa harus merebut kembali kendali pesawat demi mengembalikannya ke rute yang mereka inginkan dan kabur di rute yang lebih aman.
Pada awal film, disebutkan dari siaran di televisi di kamar Nadja bahwa saham penerbangan sedang meroket. Jadi ada asumsi bahwa para pembajak ingin menurunkan harga saham demi mengambil keuntungan atas anjloknya saham tersebut (jika kecelakaan pesawat akhirnya terjadi). Namun ada juga spekulasi dari penumpang bahwahal ini terkait pemilu.
Baca Juga: Fakta Sebenarnya dari Rumor Film 'La Llorona' Bagian dari 'The Conjuring Universe'
4. IDENTITAS KETIGA MUSLIM YANG DIJADIKAN KAMBING HITAM

Foto: Netflix
Dalam prolog "Blood Red Sky", dikatakan setidaknya ada satu penumpang yang masuk dalam daftar pengawasan pemerintah Jerman untuk urusan terorisme. Ketika Farid, Mohammed, dan satu penumpang lain ditangkap para pembajak, terungkap bahwa satu penumpang tersebut pernah terlibat dalam organisasi ekstremis. Namun dia mengatakan bahwa dia sudah tidak lagi bergabung dalam kelompok tersebut. Jadi dia akan dijadikan kambing hitam karena latar belakang masa lalunya itu.
Lihat Juga :