Banyak di Permukiman, Penggunaan Data Naik 32% Selama Lebaran
Jum'at, 29 Mei 2020 - 12:37 WIB
loading...
Foto/ilustrasi.memecomic.id
A
A
A
BANDUNG - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mencatat kenaikan penggunaan layanan data di masa Lebaran 2020 kemarin. Kenaikan terjadi pada periode 18 hingga 26 Mei 2020 sebesar 32% dibandingkan hari-hari normal sebelum masa pandemi COVID-19. Sementara layanan legacy SMS dan percakapan mengalami turun 15% dan 5%.
Plt Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, pola penggunaan layanan telekomunikasi dan data selama Lebaran sekaligus menunjukkan masyarakat ingin menyesuaikan diri di tengah wabah COVID-19.
(Baca: Kopi Robusta Pangandaran Makin Dicari, Ini Rahasia Kenikmatannya)
Pusat monitoring XL Axiata mencatat empat jenis layanan data yang mengalami kenaikan trafik paling tinggi selama periode lebaran tahun ini dibandingkan hari normal sebelum pandemi. Keempatnya yaitu instant messaging (IM) sebesar 32%, video call sebesar 26%, social network service sebesar 22% dan streaming (game, video, music, movie) sebesar 14%.
Penggunaan layanan video call mengalami kenaikan karena masyarakat memanfaatkannya sebagai pengganti mudik atau berkunjung langsung. Layanan peta atau penunjuk rute jalan seperti Google Map dan Waze tak banyak lagi diakses seperti tahun lalu karena adanya larangan mudik.
Plt Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, pola penggunaan layanan telekomunikasi dan data selama Lebaran sekaligus menunjukkan masyarakat ingin menyesuaikan diri di tengah wabah COVID-19.
(Baca: Kopi Robusta Pangandaran Makin Dicari, Ini Rahasia Kenikmatannya)
Pusat monitoring XL Axiata mencatat empat jenis layanan data yang mengalami kenaikan trafik paling tinggi selama periode lebaran tahun ini dibandingkan hari normal sebelum pandemi. Keempatnya yaitu instant messaging (IM) sebesar 32%, video call sebesar 26%, social network service sebesar 22% dan streaming (game, video, music, movie) sebesar 14%.
Penggunaan layanan video call mengalami kenaikan karena masyarakat memanfaatkannya sebagai pengganti mudik atau berkunjung langsung. Layanan peta atau penunjuk rute jalan seperti Google Map dan Waze tak banyak lagi diakses seperti tahun lalu karena adanya larangan mudik.
Lihat Juga :