Setelah FOMO, Kini Ada FOGO dan FONO, Apakah Itu?
Selasa, 24 Agustus 2021 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
FOGO tidak termasuk dalam masalah psikologis dan tidak ada dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5). Kalau kamu mengalami masalah tersebut, tidak ada panduan khusus untuk menyembuhkannya. Selain itu, tidak ada yang tahu pasti dari mana akronim itu berasal.
Fakta menunjukan bahwa FOGO pada dasarnya merupakan diagnosis crowdsourced alias hasil perbincangan masyarakat. Orang-orang di seluruh dunia mulai menggunakannya di internet untuk menggambarkan pengalaman yang banyak dialami pada masa pandemi.
"Penggunaan istilah ini di mana-mana membuat kita jadi tidak merasa sendirian dalam kecemasan tersebut," ujarnya.
![Setelah FOMO, Kini Ada FOGO dan FONO, Apakah Itu?]()
Foto:Hert Niks/Pexels
Sementara menurutpsikoterapisNikki Lacherza-Drew,FOGO adalah sesuatu yang dialami oleh individu dengan kecemasan sosial dan agorafobia (cemas berlebihan pada tempat atau situasi yang membuat penderitanya merasa panik) sebelum pandemi.
Ketika keadaan membaik dan negara-negara di dunia mulai kehidupan yang normal, banyak sekali orang-orang yang mengalami gelaja kecemasan serupa bermunculan.
Baca Juga: Bukan Introvert, Inilah Tanda-Tanda Gangguan Kepribadian Skizoid
Sebelum masa pandemi, kalau seseorang merasa takut untuk pergi ke luar, itu adalahhal yang wajar dan tidak perlu diobati. Namun beberapa orang beranggapan bahwa pandemi mengubah beberapa hal tentang kecemasan.
Menyebut kecemasan seseorang yang meninggalkan rumah dengan istilah FOGO adalah lebih baik daripada memakai istilah agorafobia. Ini karena agorafobia sudah jelas diagnosisnya. Sementara kalau kita menyebut FOGO, berarti hanya untuk mengekspresikan kecemasan yang sama seperti kebanyakan orang.
FEAR OF NORMAL (FONO)
Fakta menunjukan bahwa FOGO pada dasarnya merupakan diagnosis crowdsourced alias hasil perbincangan masyarakat. Orang-orang di seluruh dunia mulai menggunakannya di internet untuk menggambarkan pengalaman yang banyak dialami pada masa pandemi.
"Penggunaan istilah ini di mana-mana membuat kita jadi tidak merasa sendirian dalam kecemasan tersebut," ujarnya.

Foto:Hert Niks/Pexels
Sementara menurutpsikoterapisNikki Lacherza-Drew,FOGO adalah sesuatu yang dialami oleh individu dengan kecemasan sosial dan agorafobia (cemas berlebihan pada tempat atau situasi yang membuat penderitanya merasa panik) sebelum pandemi.
Ketika keadaan membaik dan negara-negara di dunia mulai kehidupan yang normal, banyak sekali orang-orang yang mengalami gelaja kecemasan serupa bermunculan.
Baca Juga: Bukan Introvert, Inilah Tanda-Tanda Gangguan Kepribadian Skizoid
Sebelum masa pandemi, kalau seseorang merasa takut untuk pergi ke luar, itu adalahhal yang wajar dan tidak perlu diobati. Namun beberapa orang beranggapan bahwa pandemi mengubah beberapa hal tentang kecemasan.
Menyebut kecemasan seseorang yang meninggalkan rumah dengan istilah FOGO adalah lebih baik daripada memakai istilah agorafobia. Ini karena agorafobia sudah jelas diagnosisnya. Sementara kalau kita menyebut FOGO, berarti hanya untuk mengekspresikan kecemasan yang sama seperti kebanyakan orang.
FEAR OF NORMAL (FONO)
Lihat Juga :