Indonesia Siap Produksi Vaksin Covid-19 dengan Metode mRNA
Kamis, 09 September 2021 - 17:05 WIB
loading...
A
A
A
Diterangkan juga dalam laporan tersebut bahwa PT Etana telah mendapatkan persetujuan pelaksanaan uji klinik fase 3 yang akan melibatkan 3.000 subjek di Indonesia dan 28.000 subjek secara global.
"Uji klinik di Indonesia akan dilaksanakan di center Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan dengan melibatkan delapan satellite site, yaitu Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Puskesmas Cilincing, Puskesmas Pulo Gadung, Puskesmas Ciracas, Puskesmas Duren Sawit, Puskesmas Cakung, Puskesmas Kalideres, dan Puskesmas Kebayoran Lama," tulis laporan tersebut.
Kepala BPOM Penny K. Lukito menerangkan bahwa akses dan ketersediaan vaksin Covid-19 menjadi hal krusial di masa pandemi ini. Namun, jumlah industri farmasi yang siap dengan kapasitas memadai dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat global sangat terbatas.
Baca Juga : Gagal Donor Plasma Konvalesen, Penyintas Covid-19 Tetap Bisa Donor Darah
"Untuk itu, kerja sama industri farmasi lokal dengan pengembang vaksin dari luar negeri dalam rangka penelitian atau uji klinik di Indonesia dan juga transfer teknologi penting demi mendukung percepatan kemandirian penyediaan vaksin di dalam negeri," tambahnya.
"Uji klinik di Indonesia akan dilaksanakan di center Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan dengan melibatkan delapan satellite site, yaitu Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Puskesmas Cilincing, Puskesmas Pulo Gadung, Puskesmas Ciracas, Puskesmas Duren Sawit, Puskesmas Cakung, Puskesmas Kalideres, dan Puskesmas Kebayoran Lama," tulis laporan tersebut.
Kepala BPOM Penny K. Lukito menerangkan bahwa akses dan ketersediaan vaksin Covid-19 menjadi hal krusial di masa pandemi ini. Namun, jumlah industri farmasi yang siap dengan kapasitas memadai dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat global sangat terbatas.
Baca Juga : Gagal Donor Plasma Konvalesen, Penyintas Covid-19 Tetap Bisa Donor Darah
"Untuk itu, kerja sama industri farmasi lokal dengan pengembang vaksin dari luar negeri dalam rangka penelitian atau uji klinik di Indonesia dan juga transfer teknologi penting demi mendukung percepatan kemandirian penyediaan vaksin di dalam negeri," tambahnya.
(wur)
Lihat Juga :