Kasus Bunuh Diri pada Anak, Apa Pemicunya?

Kamis, 09 September 2021 - 19:30 WIB
loading...
Kasus Bunuh Diri pada...
Fenomena bunuh diri pada anak pernah dilaporkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). Foto Ilustrasi/Unsplash
A A A
YOGYAKARTA - Seorang anak berusia 12 tahun di Yogyakarta ditemukan tewas bunuh diri di kamarnya. Berdasar penyelidikan polisi, dipastikan bocah kelas 6 SD itu meregang nyawa dengan menggantungkan dirinya menggunakan tali.

Dugaan sementara mengarah pada alasan tertekan. Terlebih, sebelum peristiwa naas itu terjadi, bocah malang tersebut membuat status WhatsApp berisi pesan terakhir untuk kekasihnya.

Baca Juga: Siswa SD Tewas Gantung Diri, Unggahan Terakhir Status Medsosnya Bikin Penasaran

Kejadian ini harus menjadi perhatian semua, termasuk orangtua yang memiliki anak usia remaja. Keputusan untuk bunuh diri di umur belia adalah sesuatu yang menyedihkan, karena di usia tersebut seharusnya anak-anak merasa aman bersama keluarganya.

Fenomena bunuh diri pada anak sejatinya pernah dilaporkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), yaitu ada 29 kasus bunuh diri pada anak berusia 10 atau bahkan lebih muda sepanjang 2019.

Laporan NBC News bahkan mengungkapkan bahwa anak-anak berusia 6-12 tahun yang datang ke rumah sakit anak dengan keluhan pikiran mau bunuh diri atau melukai diri sendiri terus meningkat setiap tahun sejak 2016.

"Ada 5.485 anak-anak berusia 6-12 tahun yang mengunjungi ruang gawat darurat khusus untuk mereka yang kepikiran mau bunuh diri atau melukai diri sendiri. Pada 2019, naik sebanyak 2.555 kasus," kata Asosiasi Rumah Sakit Anak di AS, dikutip Kamis (9/9/2021).

Tak hanya di level rumah sakit, The Children's Center, suatu klinik kesehatan mental remaja untuk anak berusia 8 tahun ke bawah, berlokasi di Salt Lake City, pun menemukan fenomena ini.

"Telepon tidak pernah berhenti berdering. Kebanyakan berasal dari keluarga yang mencari bantuan untuk anaknya yang memiliki masalah kesehatan mental, termasuk soal keinginan bunuh diri," papar CEO The Children's Center Rebecca Dutson.

Ada begitu banyak alasan mengapa anak-anak memiliki pikiran untuk bunuh diri. Namun, mengacu pada data yang dimiliki Children's Minnesota Hospital, itu karena penyalahgunaan narkoba multigenerasi, kesehatan mental, dan kemiskinan.

Munculnya pandemi pun memberi peran dalam menciptakan fenomena ini. Para ahli kesehatan mental sangat khawatir pandemi tak berkesudahan menciptakan masalah yang serius untuk anak-anak.

"Pandemi membuat anak-anak mudah depresi , dan cemas. Terlebih, banyak anak-anak yang kehilangan orangtuanya karena meninggal dunia akibat Covid-19. Ini menambah masalah pada anak-anak," kata Jonathan Singer, presiden American Association of Suicidology.

Lebih lanjut, masalah meningkatnya penggunaan media sosial oleh anak-anak juga memberi peran dalam masalah ini. Dari hal itu, berlanjut ke masalah banyak anak-anak yang begadang dan ini meningkatkan risiko stres dalam diri mereka.

Baca Juga: Indonesia Siap Produksi Vaksin Covid-19 dengan Metode mRNA

Di AS sendiri pernah dilakukan suatu survei yang melibatkan 11.000 anak berusia 9-10 tahun dan ditemukan data bahwa 1,3 persen dari mereka pernah mencoba bunuh diri. Sementara itu, 9,1 persen melaporkan pernah melukai diri sendiri.

"Kita perlu mencoba mencari tahu mengapa anak-anak di usia yang masih sangat muda sudah kepikiran untuk bunuh diri atau bahkan sudah melakukan percobaan melukai diri sendiri," kata Diana Whalen, seorang profesor psikiatri di fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Dilarang Sering Gendong...
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil, Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Jerinx SID Curhat Ingin...
Jerinx SID Curhat Ingin Punya Anak di Usia 50 Tahun, Netizen Ramai Beri Dukungan
Waspada! Demam Anak...
Waspada! Demam Anak Turun Bisa Jadi Tanda Kondisi Memburuk
Dewi Persik Bongkar...
Dewi Persik Bongkar Alasan Tak Tegur Aldi Taher Lewat WA soal Felice Gabriel
341 Predator Anak Ditangkap...
341 Predator Anak Ditangkap di California
Kekerasan Fisik dan...
Kekerasan Fisik dan Seksual Masih Ada, Menag: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak
Bocah Iran Kembali ke...
Bocah Iran Kembali ke Sekolah Usai 42 Hari Hilang Kontak karena Perang, Disambut Pelukan Haru Teman-temannya
Rekomendasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Berita Terkini
Ruben Onsu Buka Suara...
Ruben Onsu Buka Suara soal Video Viral Thalia Onsu, Singgung Pengaruh Lingkungan Anak
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
Tantangan Fajar Nugra...
Tantangan Fajar Nugra dan Givina Total Main Film Pemikat Jiwa
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved