Kampanye Kita Manusia, Seruan Peduli pada ODGJ

Sabtu, 11 September 2021 - 12:49 WIB
loading...
Kampanye Kita Manusia,...
Para pendiri platform Menjadi Manusia (ki-ka) Rhaka Ghanisatri, Levina Purnamadewi, dan Adam Alfares Abednego. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan pada 2018 mencatat, 9,8% dari total penduduk Indonesia mengalami gangguan jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.382 orang dengan gangguan jiwa (ODJG) hidup dalam pemasungan dan hanya 38,14% yang sudah menerima perawatan.

ODJG adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsinya sebagai manusia.

Baca Juga: Dukung Kesehatan Mental Anak dengan Bibir Sumbing, Setop Meruntung Mereka!

Maka, penanganan ODGJ tak boleh dikesampingkan dan harus menjadi perhatian kita bersama. Melalui kampanye Kita Manusia, platform sosial Menjadi Manusia bersama Kita Bisa, Karin Novilda, Ariel Tatum, dr. Jiemi Ardian, Avianti Armand, Ubah Stigma, TeamUp, Infia, dan Marsan Susanto mengajak masyarakat untuk bergandengan tangan menyediakan fasilitas kesehatan memadai bagi para penderita gangguan jiwa akut di Indonesia.

Kita Manusia adalah kampanye dengan misi mengedukasi masyarakat soal minimnya penanganan ODGJ di Indonesia sekaligus untuk menggalang donasi dalam rangka membangun infrastruktur kesehatan yang lebih layak buat mereka.

“Kami percaya, semua ODGJ berhak pulih. ODGJ yang tidak tertangani sekarang juga manusia seperti kita. Namun sayang, karena stigma yang kuat dan minimnya infrastruktur kesehatan, banyak dari mereka tidak mendapatkan treatment yang tepat," kata Pendiri Menjadi Manusia Rhaka Ghanisatria dalam konferensi pers virtual, Jumat (10/9/2021).

Keluarga yang punya anggota dengan gangguan jiwa, banyak yang tidak memiliki pengetahuan memadai terkait cara penanganan dan perawatan mereka, terlebih yang tinggal di pedesaan. Selain itu, biaya penanganan ODGJ akut tidak kecil jumlahnya. ODGJ akut ini membutuhkan supervisi dari tenaga kesehatan.

Minimnya jumlah rumah sakit di Indonesia membuat banyak ODGJ akut tidak tertolong. Mereka tak mendapatkan hak sebagai warga negara, sulit memperoleh akses kesehatan, serta tidak diterima masyarakat walaupun sudah kembali produktif. Pada kebanyakan kasus, mereka berakhir dengan pemasungan.

Penyediaan infrastruktur kesehatan yang layak bagi ODGJ dinilai sangat perlu. Maka itu, Kita Manusia ingin merenovasi panti rehabilitasi yang sudah kelebihan kapasitas.

"Sebagai sesama, Menjadi Manusia merasa terpanggil untuk bahu-membahu menolong ODGJ yang terlantar dan membutuhkan bantuan. Salah satu ikhtiar kita merangkul mereka adalah melalui kegiatan Kita Manusia ini,” ujar Rhaka yang bersama rekannya, Adam Alfares Abednego dan Levina Purnamadewi, menggagas pendirian Menjadi Manusia.

Kampanye tersebut hadir beriringan dengan peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh tiap tanggal 10 Oktober. Menyambut momen tersebut, Kita Manusia akan melangsungkan berbagai aktivitas edukasi yang juga bertujuan mengumpulkan donasi sebanyak Rp1 miliar dalam waktu satu tahun.

Kampanye Kita Manusia ditandai dengan pembuatan video dokumenter mini yang menampilkan Ariel Tatum, film pendek yang diperankan oleh Ray Sahetapy, dan berbagai macam video edukasi tentang kesehatan jiwa supaya masyarakat lebih mengenal ODGJ serta kondisi mereka yang belum tertangani dengan baik. Video-video ini akan ditayangkan di berbagai kanal media sosial Menjadi Manusia.

Baca Juga: Kemenkes: CT Value Tidak Bisa Dijadikan Dasar Penentu Varian Virus Corona

“Harapan kami, kampanye Kita Manusia akan dapat menghimpun donasi untuk menyediakan tempat yang lebih layak untuk ODGJ di Indonesia. Kami akan merenovasi panti rehabilitasi Al-Fajar Berseri yang didirikan oleh Marsan Susanto yang saat ini ditinggali oleh teman-teman ODGJ, supaya mereka mendapatkan keamanan dan kenyamanan selama tinggal di sana,” tutur Rhaka.

Dalam kegiatan ini, Kita Manusia bermitra dengan beberapa dokter spesialis kejiwaan, arsitek, komunitas, media alternatif, dan aktivis kesehatan mental lain. Dengan infrastruktur kesehatan dan dukungan perawatan yang mumpuni, diharapkan ODGJ dapat menolong diri sendiri untuk berdikari menjadi individu yang memiliki kehidupan seutuhnya.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HighEnd Magazine Dorong...
HighEnd Magazine Dorong Perempuan Modern Peduli Mental Wellness Lewat HighTea Eksklusif
Aksi Milangusti Bantu...
Aksi Milangusti Bantu Pedagang Kecil, Lewat Interaksi Sederhana Jadi Daya Tarik
Proses Bantu ODGJ ala...
Proses Bantu ODGJ ala Milangusti dan Aleh Jadi Daya Tarik, Penonton Terharu
Obrolan Pembawa Perubahan,...
Obrolan Pembawa Perubahan, Aleh-Aleh Khas Medan Ngobrol Bareng ODGJ!
Tips Mengatasi Doomscrolling,...
Tips Mengatasi Doomscrolling, Kebiasaan Scroll Berita Buruk yang Rusak Kesehatan Mental
Anak Tantrum karena...
Anak Tantrum karena Sosmed Dibatasi? Ini Tips Mengatasinya
Kronologi Wanita Ditabok...
Kronologi Wanita Ditabok Sesama Penumpang JakLingko
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
Anak-anak Sudah Melek...
Anak-anak Sudah Melek Digital, Negara Hadir Melindungi
Rekomendasi
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Berita Terkini
Anwar BAB Serahkan Seluruh...
Anwar BAB Serahkan Seluruh Uang Saku ke Polisi Usai Diperiksa dalam Kasus Hanania Group
Ruben Onsu Tegur Keras...
Ruben Onsu Tegur Keras Giorgio: Jangan Buat Kesan Seolah Ayahnya Sudah Tidak Ada
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Bluray Cargo, Respons Nagita Slavina Jadi Sorotan
Disomasi Tessa Kaunang,...
Disomasi Tessa Kaunang, Sandy Tumiwa Bantah Cemarkan Nama Baik
Ruben Onsu Soroti Live...
Ruben Onsu Soroti Live TikTok Anak hingga Malam Hari, Hak Asuh Jadi Pertimbangan Serius
Kasus Hanania Travel,...
Kasus Hanania Travel, Aaliyah Massaid Akui Sedih Melihat Jemaah Umrah Gagal Berangkat
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved