10 Film Superhero Terburuk yang Pernah Dibuat Sejauh Ini
Rabu, 15 September 2021 - 01:21 WIB
loading...
A
A
A
2. Fant4stic
![10 Film Superhero Terburuk yang Pernah Dibuat Sejauh Ini]()
Sejak awal, reboot Fantastic Four di Fox pada 2015, Fant4stic, sudah menderita banyak masalah dalam produksinya. Penulis skenario, Jeremy Slater, dan suradara Josh Trank, punya ide yang sangat berbeda untuk film ini. Jeremy ingin membuat petualangan gaya Avengers, sementara Trank menginginkan hal yang sangat berseberangan. Setelah Josh tidak melibatkan Jeremy dalam perundingan dengan studio, Fox akhirnya menyingkirkan Josh dengan perubahan pascaproduksi. Tone-nya yang bertabrakan, kurangnya karakter, plot yang tipis, dan alur yang dipertanyakan membuat ancaman di film ini hanya terlihat selama setengah jam. Dianggap sebagai salah satu film superhero terburuk sepanjang masa, film ini juga merupakan film terakhir Fantastic Four yang dirilis di luar MCU. Marvel mendapatkan kembali lisensi Fantastic Four pada 2019 setelah Disney mengakuisisi Fox. Besar harapan penggemar untuk melihat Marvel me-reboot film ini di lingkup MCU.
3. Dark Phoenix
![10 Film Superhero Terburuk yang Pernah Dibuat Sejauh Ini]()
Dengan diakuisisinya Fox oleh Disney, X-Men pun bakal masuk MCU. Ini membuat Dark Phoenix harus menyelesaikan cerita Charles Xavier, Jean Grey, dan karakter utama lain—selain Wolverine—sebelum The New Mutants mengakhiri perjalanan semesta ini. Sayang, film ini tidak mendapatkan penerimaan yang baik dan menjadi salah satu film dengan pendapatan terendah dari seri X-Men. Film itu punya cerita setengah matang, ancaman generik dalam bentuk Mutant Containment Unit dan alien Vuk serta penampilan mengecewakan dari banyak aktornya, meskipun penampilan Michael Fassbender sebagai Magneto mendapatkan pujian. Banyak penggemar merasa film ini adalah akhir yang buruk bagi cerita banyak karakter yang bagus.
4. Elektra
![10 Film Superhero Terburuk yang Pernah Dibuat Sejauh Ini]()
Daredevil (2003) tidak terlalu dinikmati penggemar saat dirilis di bioskop. Namun, film ini masih mendapatkan pujian atas aksi dan desain visualnya serta meraup cukup uang sehingga spin-off pun diumumkan. Jennifer Garner kembali memerankan perannya dari Daredevil, yaitu Elektra. Di film solonya, Elektra melawan para pembunuh suruhan The Hand. Penampilan Jennifer di film ini panen pujian. Tapi, filmnya dilumpuhkan dialog yang buruk, cerita yang sulit diikuti dan tidak mengesankan. Secara khusus, film ini dihina karena terlalu serius dan kurang humor. Film ini juga jeblok di pasaran.
5. X-Men Origins: Wolverine
![10 Film Superhero Terburuk yang Pernah Dibuat Sejauh Ini]()
Serial X-Men tidak imbang satu sama lain di sepanjang sejarahnya. Film-film yang panen pujian seperti X2: X-Men United dan Logan harus sejalan dengan film medioker seperti The Wolverine dan yang lebih buruk adalah film yang kurang diterima pasar seperti X-Men: The Last Stand dan X-Men: Apocalypse. Beberapa di antaranya bahkan mengecewakan penggemar, seperti X-Men Origins: Wolverine. Dimulai dengan urutan kredit pembuka kuat yang memperlihatkan Wolverine dan kakaknya, Sabretooth, berperang di perang-perang Amerika dan dengan casting karakter kuat seperti Sabretooth dan Gambit, banyak yang menganggap film ini menyia-nyiakan karakter ini—termasuk Wolverine. Apalagi, penggambaran film ini atas Deadpool begitu tercela karena mereka menjahit mulutnya dan menjadikannya sebagai mesin pembunuh yang tak bisa bicara.
6. Green Lantern
![10 Film Superhero Terburuk yang Pernah Dibuat Sejauh Ini]()
Hanya beberapa tahun sebelum DCEU meluncur dengan Man of Steel, Ryan Reynolds memerankan Hal Jordan di Green Lantern. Film ini mengisahkan Hal yang mendapatkan Power Ring Green Lantern dan berusaha menghentikan Parallax dilepas ke semesta. Tapi, film ini tidak disukai penonton dan kritikus. Ini karena, utamanya, film ini memberikan kostum CGI yang tidak terlihat meyakinkan kepada Hal. Sampai hari ini, kostum masih diolok-olok penontonnya—bahkan Ryan sendiri. Sementara Ryan menebus dirinya di dunia film superhero di Deadpool, sejauh ini, Green Lantern baru sebatas cameo kecil di DCEU.

Sejak awal, reboot Fantastic Four di Fox pada 2015, Fant4stic, sudah menderita banyak masalah dalam produksinya. Penulis skenario, Jeremy Slater, dan suradara Josh Trank, punya ide yang sangat berbeda untuk film ini. Jeremy ingin membuat petualangan gaya Avengers, sementara Trank menginginkan hal yang sangat berseberangan. Setelah Josh tidak melibatkan Jeremy dalam perundingan dengan studio, Fox akhirnya menyingkirkan Josh dengan perubahan pascaproduksi. Tone-nya yang bertabrakan, kurangnya karakter, plot yang tipis, dan alur yang dipertanyakan membuat ancaman di film ini hanya terlihat selama setengah jam. Dianggap sebagai salah satu film superhero terburuk sepanjang masa, film ini juga merupakan film terakhir Fantastic Four yang dirilis di luar MCU. Marvel mendapatkan kembali lisensi Fantastic Four pada 2019 setelah Disney mengakuisisi Fox. Besar harapan penggemar untuk melihat Marvel me-reboot film ini di lingkup MCU.
3. Dark Phoenix

Dengan diakuisisinya Fox oleh Disney, X-Men pun bakal masuk MCU. Ini membuat Dark Phoenix harus menyelesaikan cerita Charles Xavier, Jean Grey, dan karakter utama lain—selain Wolverine—sebelum The New Mutants mengakhiri perjalanan semesta ini. Sayang, film ini tidak mendapatkan penerimaan yang baik dan menjadi salah satu film dengan pendapatan terendah dari seri X-Men. Film itu punya cerita setengah matang, ancaman generik dalam bentuk Mutant Containment Unit dan alien Vuk serta penampilan mengecewakan dari banyak aktornya, meskipun penampilan Michael Fassbender sebagai Magneto mendapatkan pujian. Banyak penggemar merasa film ini adalah akhir yang buruk bagi cerita banyak karakter yang bagus.
4. Elektra

Daredevil (2003) tidak terlalu dinikmati penggemar saat dirilis di bioskop. Namun, film ini masih mendapatkan pujian atas aksi dan desain visualnya serta meraup cukup uang sehingga spin-off pun diumumkan. Jennifer Garner kembali memerankan perannya dari Daredevil, yaitu Elektra. Di film solonya, Elektra melawan para pembunuh suruhan The Hand. Penampilan Jennifer di film ini panen pujian. Tapi, filmnya dilumpuhkan dialog yang buruk, cerita yang sulit diikuti dan tidak mengesankan. Secara khusus, film ini dihina karena terlalu serius dan kurang humor. Film ini juga jeblok di pasaran.
5. X-Men Origins: Wolverine

Serial X-Men tidak imbang satu sama lain di sepanjang sejarahnya. Film-film yang panen pujian seperti X2: X-Men United dan Logan harus sejalan dengan film medioker seperti The Wolverine dan yang lebih buruk adalah film yang kurang diterima pasar seperti X-Men: The Last Stand dan X-Men: Apocalypse. Beberapa di antaranya bahkan mengecewakan penggemar, seperti X-Men Origins: Wolverine. Dimulai dengan urutan kredit pembuka kuat yang memperlihatkan Wolverine dan kakaknya, Sabretooth, berperang di perang-perang Amerika dan dengan casting karakter kuat seperti Sabretooth dan Gambit, banyak yang menganggap film ini menyia-nyiakan karakter ini—termasuk Wolverine. Apalagi, penggambaran film ini atas Deadpool begitu tercela karena mereka menjahit mulutnya dan menjadikannya sebagai mesin pembunuh yang tak bisa bicara.
6. Green Lantern

Hanya beberapa tahun sebelum DCEU meluncur dengan Man of Steel, Ryan Reynolds memerankan Hal Jordan di Green Lantern. Film ini mengisahkan Hal yang mendapatkan Power Ring Green Lantern dan berusaha menghentikan Parallax dilepas ke semesta. Tapi, film ini tidak disukai penonton dan kritikus. Ini karena, utamanya, film ini memberikan kostum CGI yang tidak terlihat meyakinkan kepada Hal. Sampai hari ini, kostum masih diolok-olok penontonnya—bahkan Ryan sendiri. Sementara Ryan menebus dirinya di dunia film superhero di Deadpool, sejauh ini, Green Lantern baru sebatas cameo kecil di DCEU.
Lihat Juga :