Putra Dono Sakit Hati dengan Warkop KW: Mereka Cederai Perjuangan Warkop DKI
Rabu, 22 September 2021 - 01:31 WIB
loading...
Warkop DKI Dono, Kasino, dan Indro semasa masih lengkap. Foto/Instagram Indro Warkop
A
A
A
JAKARTA - Satrio Sarwo Trengginas, anak almarhum Dono Warkop, mengungkapkan rasa sakit hati dan tersinggungnya atas sikap manajemen Warkopi yang coba merepresentasikan Warkop DKI tanpa izin. Satrio merasa, sikap manajemen Warkop KW tersebut mencederai perjuangan serta kerja keras sang ayah bersama dua sahabatnya, Kasino dan Indro.
Satrio keberatan jika jerih payah serta perjuangan Dono, Kasino, dan Indro selama 48 tahun dengan mudahnya ditiru lalu dikomersilkan tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari Lembaga Warkop DKI beserta keluarga personil Warkop DKI.
Baca Juga: Tak Kantongi Izin Warkop DKI, Warkop KW Diminta Hentikan Kegiatan Komersil
“Kalau memang Om Indro sudah sakit hati, ya pasti secara tidak langsung anak-anaknya juga merasa sakit dan tersinggung. Karena saya melihat perjuangan bapak saya Dono, Om Kasino, dan Om Indro nggak dilalui dengan instan. Mereka bertiga itu jatuh bangun untuk mempertahankan Warkop DKI. Bahkan sampai sekarang Om Indro masih konsisten di usianya yang nggak lagi muda membawa bendera Warkop," kata Satrio dalam kanal YouTube Warkop Jurnalis, dikutip Selasa (21/9/2021).
Satrio mengaku, sangat menghargai jatuh bangun ayahnya dan personil Warkop DKI lain selama kurun 48 tahun. Bukan sekadar grup lawak, karena dari sana ia belajar tentang perjuangan dan arti persahabatan.
"Mereka terbangun dari persahabatan yang bagi saya nggak ternilai. Bahkan yang bisa memisahkan mereka ya cuma maut," ungkapnya.
Perjuangan almarhum Dono bersama Kasino dan Indro selama puluhan tahun kemudian dipandang rendah, bahkan remeh hingga dikomersilkan tanpa izin. Sebagai anak, Satrio merasa sedih dan kecewa. Karena itu, dia menyayangkan sikap Warkopi yang tidak melakukan izin terlebih dulu untuk membuat konten yang menyerupai Warkop DKI.
Satrio keberatan jika jerih payah serta perjuangan Dono, Kasino, dan Indro selama 48 tahun dengan mudahnya ditiru lalu dikomersilkan tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari Lembaga Warkop DKI beserta keluarga personil Warkop DKI.
Baca Juga: Tak Kantongi Izin Warkop DKI, Warkop KW Diminta Hentikan Kegiatan Komersil
“Kalau memang Om Indro sudah sakit hati, ya pasti secara tidak langsung anak-anaknya juga merasa sakit dan tersinggung. Karena saya melihat perjuangan bapak saya Dono, Om Kasino, dan Om Indro nggak dilalui dengan instan. Mereka bertiga itu jatuh bangun untuk mempertahankan Warkop DKI. Bahkan sampai sekarang Om Indro masih konsisten di usianya yang nggak lagi muda membawa bendera Warkop," kata Satrio dalam kanal YouTube Warkop Jurnalis, dikutip Selasa (21/9/2021).
Satrio mengaku, sangat menghargai jatuh bangun ayahnya dan personil Warkop DKI lain selama kurun 48 tahun. Bukan sekadar grup lawak, karena dari sana ia belajar tentang perjuangan dan arti persahabatan.
"Mereka terbangun dari persahabatan yang bagi saya nggak ternilai. Bahkan yang bisa memisahkan mereka ya cuma maut," ungkapnya.
Perjuangan almarhum Dono bersama Kasino dan Indro selama puluhan tahun kemudian dipandang rendah, bahkan remeh hingga dikomersilkan tanpa izin. Sebagai anak, Satrio merasa sedih dan kecewa. Karena itu, dia menyayangkan sikap Warkopi yang tidak melakukan izin terlebih dulu untuk membuat konten yang menyerupai Warkop DKI.
Lihat Juga :