Klaster Sekolah Mulai Muncul, Ini Kata Pakar Kesehatan Soal Pembelajaran Tatap Muka
Jum'at, 24 September 2021 - 08:46 WIB
loading...
Suasana pembelajaran tatap muka (PTM) di salah satu sekolah di Surabaya. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Klaster Covid-19 di sekolah mulai bermunculan sejak Pembelajaran tatap muka (PTM) yang mulai dilakukan pada wilayah dengan level PPKM 1-3. Beberapa wilayah di Indonesia melaporkan bahwa telah terjadi lonjakan kasus Covid-19 sebagai imbas dari PTM.
Munculnya klaster sekolah ini tentunya membuat masyarakat menjadi bingung untuk mengizinkan anak melakukan PTM atau tetap belajar secara online dengan risiko mengalami learning loss (Ketertinggalan pembelajaran)?
Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i mengatakan jika harus memilih untuk melaksanakan PTM atau tidak, seharusnya memang masih tetap online. Kecuali jika protokol kesehatannya bisa benar-benar ditegakan.
Baca Juga : Ribuan Siswa Positif Covid-19, Amankah Sekolah Dibuka Kembali?
"Itu poinnya. Kalau protokol kesehatan tidak bisa ditegakan, akan terjadi klaster baru. Sebagai contoh Malaysia, ketika mereka buka sekolah, naik 80 ribu total kasusnya hanya per sekian minggu setelah sekolah," kata dr. Fajri, saat diwawancarai MNC Portal, Jumat (24/9/2021).
Contoh kasus lainnya juga terjadi di Singapura. Di mana klaster PTM tembus hampir 900 orang lebih. Akhirnya sekolah dibuat menjadi daring lagi. Alhasil memang tidak semudah itu dan banyak negara yang kasus Covid-19 nya meningkat dari sekolah.
Munculnya klaster sekolah ini tentunya membuat masyarakat menjadi bingung untuk mengizinkan anak melakukan PTM atau tetap belajar secara online dengan risiko mengalami learning loss (Ketertinggalan pembelajaran)?
Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i mengatakan jika harus memilih untuk melaksanakan PTM atau tidak, seharusnya memang masih tetap online. Kecuali jika protokol kesehatannya bisa benar-benar ditegakan.
Baca Juga : Ribuan Siswa Positif Covid-19, Amankah Sekolah Dibuka Kembali?
"Itu poinnya. Kalau protokol kesehatan tidak bisa ditegakan, akan terjadi klaster baru. Sebagai contoh Malaysia, ketika mereka buka sekolah, naik 80 ribu total kasusnya hanya per sekian minggu setelah sekolah," kata dr. Fajri, saat diwawancarai MNC Portal, Jumat (24/9/2021).
Contoh kasus lainnya juga terjadi di Singapura. Di mana klaster PTM tembus hampir 900 orang lebih. Akhirnya sekolah dibuat menjadi daring lagi. Alhasil memang tidak semudah itu dan banyak negara yang kasus Covid-19 nya meningkat dari sekolah.
Lihat Juga :