Perokok 80% Lebih Berisiko Dirawat dan Meninggal karena Covid-19
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 10:35 WIB
loading...
Perokok 80% lebih mungkin dirawat di rumah sakit dan meninggal karena Covid-19. Perokok 2 kali berisko meninggal jika merokok satu hingga 9 batang sehari. Foto/Healthline.
A
A
A
JAKARTA - Perokok 80% lebih mungkin dirawat di rumah sakit dan jauh lebih mungkin meninggal karena Covid-19 daripada bukan perokok. Penelitian menunjukkan bahwa perokok dua kali lebih mungkin meninggal jika merokok satu hingga sembilan batang sehari.
Sementara mereka yang merokok 10 hingga 19 batang sehari hampir enam kali lebih mungkin meninggal dunia karena virus corona . Studi ini diterbitkan dalam jurnal Thorax.
"Hasil kami menunjukkan merokok terkait dengan risiko Anda terkena Covid yang parah. Jadi sekarang mungkin waktu yang tepat untuk berhenti," kata Dr Ashley Clift, dari Universitas Oxford dilansir dari Express, Jumat (1/10/2021).
Dilansir dari The Guardian, Dr Ashley Clift di Universitas Oxford dan rekan-rekannya menggunakan catatan kesehatan dokter umum, hasil tes Covid-19 , data penerimaan rumah sakit, dan sertifikat kematian untuk mengidentifikasi hubungan antara merokok dan tingkat keparahan Covid-19.
Baca Juga: Gejala Diabetes Tipe 2, Waspadai Gangguan Pendengaran
Catatan yang digunakan mulai dari Januari hingga Agustus 2020 pada 421.469 peserta studi UK Biobank. Untuk menyelidiki, Clift dan timnya menggunakan teknik yang disebut pengacakan Mendelian, yang menggunakan varian genetik sebagai proxy untuk faktor risiko tertentu.
Sementara mereka yang merokok 10 hingga 19 batang sehari hampir enam kali lebih mungkin meninggal dunia karena virus corona . Studi ini diterbitkan dalam jurnal Thorax.
"Hasil kami menunjukkan merokok terkait dengan risiko Anda terkena Covid yang parah. Jadi sekarang mungkin waktu yang tepat untuk berhenti," kata Dr Ashley Clift, dari Universitas Oxford dilansir dari Express, Jumat (1/10/2021).
Dilansir dari The Guardian, Dr Ashley Clift di Universitas Oxford dan rekan-rekannya menggunakan catatan kesehatan dokter umum, hasil tes Covid-19 , data penerimaan rumah sakit, dan sertifikat kematian untuk mengidentifikasi hubungan antara merokok dan tingkat keparahan Covid-19.
Baca Juga: Gejala Diabetes Tipe 2, Waspadai Gangguan Pendengaran
Catatan yang digunakan mulai dari Januari hingga Agustus 2020 pada 421.469 peserta studi UK Biobank. Untuk menyelidiki, Clift dan timnya menggunakan teknik yang disebut pengacakan Mendelian, yang menggunakan varian genetik sebagai proxy untuk faktor risiko tertentu.
Lihat Juga :