Review Film Halloween Kills: Brutal Tanpa Konklusi yang Memuaskan
Rabu, 20 Oktober 2021 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai film ke-12 dari franchise Halloween, Halloween Kills terasa sekali formulanya. Tidak banyak elemen mengejutkan di sini dari plotnya. Meskipun banyak yang menyebut kalau endingnya mengejutkan, sebenarnya tidak. Menit-menit terakhir sudah bisa tertebak apa yang akan terjadi.
Tak banyak yang ditawarkan film ini dari sisi cerita. Bahkan, di sini, tidak ada pertemuan langsung antara Lauren dan Michael. Lauren berada di rumah sakit, sementara Michael sibuk membunuh siapa saja.
Film sebelumnya, Halloween lebih kaya plot dan cerita. Sementara. Sekuelnya ini hanya menawarkan kebrutalan. Hampir tidak ada emosi atau chemistry yang terlihat menarik di film ini di antara para pemerannya. Mereka semua dibuat selalu ketakutan.
![Review Film Halloween Kills: Brutal Tanpa Konklusi yang Memuaskan]()
Karena adegan-adegannya sudah bisa ditebak, lama-lama tercipta formula yang sudah bisa dibaca. Ketegangannya jadi berkurang. Semuanya jadi terasa datar saja dan cenderung membosankan.
Film ini seharusnya bisa lebih baik dengan cerita yang lebih dikreasikan. Sebagai sebuah franchise, ini tentu bukan sebuah kemajuan. Mungkin saja, di masa depan, jika film ini dibuat lagi sekuelnya, maka formulanya akan sama saja. Namun, bisa jadi lebih baik lagi. Masih ada harapan jika dilihat dari ending film ini.
Bagi para pencari ketegangan berdarah-darah, film ini bakal cocok. Sejak awal, darah sudah berceceran di mana-mana. Michael, makhluk bertopeng yang tidak bisa mati itu, akan membunuh siapa saja yang ada di hadapannya. Tak peduli apakah mereka sebenarnya menolongnya atau hanya sekadar lewat di hadapannya.
Tapi, film ini bakal membuat kesal orang yang ingin mendapatkan konklusi konkret dari sebuah teror. Atau, bagi mereka yang benar-benar ingin menikmati sebuah plot dengan twist yang tidak mudah ditebak. Yang ada, kalian akan lebih ingin keluar dari studio cepat-cepat karena mungkin sudah terlalu muak melihat orang terus menerus dibunuh tanpa sebab yang jelas.
Tak banyak yang ditawarkan film ini dari sisi cerita. Bahkan, di sini, tidak ada pertemuan langsung antara Lauren dan Michael. Lauren berada di rumah sakit, sementara Michael sibuk membunuh siapa saja.
Film sebelumnya, Halloween lebih kaya plot dan cerita. Sementara. Sekuelnya ini hanya menawarkan kebrutalan. Hampir tidak ada emosi atau chemistry yang terlihat menarik di film ini di antara para pemerannya. Mereka semua dibuat selalu ketakutan.

Karena adegan-adegannya sudah bisa ditebak, lama-lama tercipta formula yang sudah bisa dibaca. Ketegangannya jadi berkurang. Semuanya jadi terasa datar saja dan cenderung membosankan.
Film ini seharusnya bisa lebih baik dengan cerita yang lebih dikreasikan. Sebagai sebuah franchise, ini tentu bukan sebuah kemajuan. Mungkin saja, di masa depan, jika film ini dibuat lagi sekuelnya, maka formulanya akan sama saja. Namun, bisa jadi lebih baik lagi. Masih ada harapan jika dilihat dari ending film ini.
Bagi para pencari ketegangan berdarah-darah, film ini bakal cocok. Sejak awal, darah sudah berceceran di mana-mana. Michael, makhluk bertopeng yang tidak bisa mati itu, akan membunuh siapa saja yang ada di hadapannya. Tak peduli apakah mereka sebenarnya menolongnya atau hanya sekadar lewat di hadapannya.
Tapi, film ini bakal membuat kesal orang yang ingin mendapatkan konklusi konkret dari sebuah teror. Atau, bagi mereka yang benar-benar ingin menikmati sebuah plot dengan twist yang tidak mudah ditebak. Yang ada, kalian akan lebih ingin keluar dari studio cepat-cepat karena mungkin sudah terlalu muak melihat orang terus menerus dibunuh tanpa sebab yang jelas.
Lihat Juga :