Selfie Dysmorphia, Penyakit Psikologis di Balik Tren FaceApp
Kamis, 04 Juni 2020 - 18:00 WIB
loading...
A
A
A
Saat seseorang mengalami BDD, dia akan selalu fokus pada satu atau lebih dari bagian tubuhnya yang dianggap cacat, padahal itu hanya ada di pikiran mereka aja.
![Selfie Dysmorphia, Penyakit Psikologis di Balik Tren FaceApp]()
Foto: Getty Images
Orang dengan BDD terobsesi dengan penampilan mereka, dan selalu mengecek berulang kali penampilan mereka sambil meminta pendapat kepada orang lain.Kalau perilaku ini terus berlanjut, bisa menyebabkan banyak penyakit mental lainnya. (Baca Juga: Mengenal Modelling Theory, Sains di balik Endorsement )
Perlu digarisbawahi, ini bukan berarti setiap kita selfie atau kalau kita pakai filter dan mencoba FaceApp berarti kita punya masalah kesehatan mental. Selama kita memakainya dengan bijak dan gak menghabiskan waktu kita dengan sibuk mikirin penampilan, maka kita bisa terhindar dari selfie dysmorphia.
Fitria Nur Jannah
Kontributor GenSINDO
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Instagram: @fitria_fnj

Foto: Getty Images
Orang dengan BDD terobsesi dengan penampilan mereka, dan selalu mengecek berulang kali penampilan mereka sambil meminta pendapat kepada orang lain.Kalau perilaku ini terus berlanjut, bisa menyebabkan banyak penyakit mental lainnya. (Baca Juga: Mengenal Modelling Theory, Sains di balik Endorsement )
Perlu digarisbawahi, ini bukan berarti setiap kita selfie atau kalau kita pakai filter dan mencoba FaceApp berarti kita punya masalah kesehatan mental. Selama kita memakainya dengan bijak dan gak menghabiskan waktu kita dengan sibuk mikirin penampilan, maka kita bisa terhindar dari selfie dysmorphia.
Fitria Nur Jannah
Kontributor GenSINDO
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Instagram: @fitria_fnj
(it)
Lihat Juga :