Staycation Fleksibel Bersama Mister Aladin
Rabu, 10 November 2021 - 14:04 WIB
loading...
Yuk nikmati staycation yang fleksibel bersama Mister Aladin. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tidak larut dalam euphoria berlebihan dan harus tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya lonjakan kasus terutama pada saat liburan panjang ketika mobilitas warga juga meningkat tajam.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengimbau masyarakat agar tidak terlena dalam menyikapi rendahnya kasus Covid-19 akhir-akhir ini. Pasalnya, kasus bisa saja kembali meningkat jika masyarakat lengah. Saat ini banyak negara mengalami lonjakan kasus.
Kasus Covid-19 di beberapa negara meningkat lantaran adanya relaksasi kegiatan tanpa diikuti protokol kesehatan yang disiplin dan ketat. Lengah terhadap prokes dapat menyebabkan terjadinya lonjakan kasus walaupun vaksinasi sudah gencar dilakukan.
Beberapa negara yang sedang mengalami lonjakan kasus, termasuk salah satu negara pemasok vaksin. Berikut ini data dari laman Instagram resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku, @satgasperubahanperilaku, Rabu (3/11/2021:
Baca Juga : Staycation Hemat di Akhir Bulan? Ada Diskon Hotel 20% dari MNC Bank (BABP)
1. Inggris
Lonjakan kasus terjadi karena munculnya varian baru, yaitu Delta Plus atau AY.4.2 yang merupakan turunan dari varian Delta. Varian ini ditemukan di Inggris pada Juli 2021.
2. Rusia
Rendahnya tingkat vaksinasi dan masyarakat yang tidak percaya pada vaksin menyebabkan terjadinya lonjakan kasus di Rusia.
3. Singapura
Lonjakan kasus di Singapura terjadi akibat penyebaran varian Delta, klaster aktivitas masyarakat (pusat perbelanjaan, tempat kerja, asrama, dan stasiun), serta lansia yang enggan untuk divaksin.
4. Vietnam
Klaster pasar dan industri sangat diwaspadai di Vietnam. Saat ini, kawasan industri di Kota Ho Chi Minh menjadi episentrum dalam penularan Covid-19.
Lonjakan kasus positif Covid-19 di Indonesia berpotensi terjadi pada saat liburan panjang di akhir tahun. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, tempat-tempat tujuan wisata harus diatur secara ketat."Pastikan tempat-tempat tujuan wisata dibuka terbatas pada periode Nataru dan telah membentuk Satgas protokol kesehatan 3M di fasilitas publik," kata Wiku (4/11/2021).
"Pemerintah akan memperkuat vaksinasi dan protokol kesehatan. Karena itu, masyarakat diminta selalu mematuhi kebijakan pemerintah sebagai upaya untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan Covid-19."
Anda dapat secara aktif mendukung langkah pemerintah dengan selalu disiplin dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada. Protokol kesehatan ini merupakan perisai terbaik dalam menjamin Anda aman dari penularan Covid-19. Tidak hanya itu, prokes akan membantu Anda merasa lebih aman saat berada di luar rumah, termasuk saat staycation bersama keluarga tercinta.
Bagi Anda yang ingin menikmati staycation yang lebih hemat, Anda dapat merencanakan staycation dari sekarang dengan memanfaatkan promo KOPER (Kepincut Promo November) dari Mister Aladin . Dengan promo ini, Anda dapat menikmati diskon hingga Rp100.000 untuk bebas menginap kapan saja di hotel mana pun.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengimbau masyarakat agar tidak terlena dalam menyikapi rendahnya kasus Covid-19 akhir-akhir ini. Pasalnya, kasus bisa saja kembali meningkat jika masyarakat lengah. Saat ini banyak negara mengalami lonjakan kasus.
Kasus Covid-19 di beberapa negara meningkat lantaran adanya relaksasi kegiatan tanpa diikuti protokol kesehatan yang disiplin dan ketat. Lengah terhadap prokes dapat menyebabkan terjadinya lonjakan kasus walaupun vaksinasi sudah gencar dilakukan.
Beberapa negara yang sedang mengalami lonjakan kasus, termasuk salah satu negara pemasok vaksin. Berikut ini data dari laman Instagram resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku, @satgasperubahanperilaku, Rabu (3/11/2021:
Baca Juga : Staycation Hemat di Akhir Bulan? Ada Diskon Hotel 20% dari MNC Bank (BABP)
1. Inggris
Lonjakan kasus terjadi karena munculnya varian baru, yaitu Delta Plus atau AY.4.2 yang merupakan turunan dari varian Delta. Varian ini ditemukan di Inggris pada Juli 2021.
2. Rusia
Rendahnya tingkat vaksinasi dan masyarakat yang tidak percaya pada vaksin menyebabkan terjadinya lonjakan kasus di Rusia.
3. Singapura
Lonjakan kasus di Singapura terjadi akibat penyebaran varian Delta, klaster aktivitas masyarakat (pusat perbelanjaan, tempat kerja, asrama, dan stasiun), serta lansia yang enggan untuk divaksin.
4. Vietnam
Klaster pasar dan industri sangat diwaspadai di Vietnam. Saat ini, kawasan industri di Kota Ho Chi Minh menjadi episentrum dalam penularan Covid-19.
Lonjakan kasus positif Covid-19 di Indonesia berpotensi terjadi pada saat liburan panjang di akhir tahun. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, tempat-tempat tujuan wisata harus diatur secara ketat."Pastikan tempat-tempat tujuan wisata dibuka terbatas pada periode Nataru dan telah membentuk Satgas protokol kesehatan 3M di fasilitas publik," kata Wiku (4/11/2021).
"Pemerintah akan memperkuat vaksinasi dan protokol kesehatan. Karena itu, masyarakat diminta selalu mematuhi kebijakan pemerintah sebagai upaya untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan Covid-19."
Anda dapat secara aktif mendukung langkah pemerintah dengan selalu disiplin dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada. Protokol kesehatan ini merupakan perisai terbaik dalam menjamin Anda aman dari penularan Covid-19. Tidak hanya itu, prokes akan membantu Anda merasa lebih aman saat berada di luar rumah, termasuk saat staycation bersama keluarga tercinta.
Bagi Anda yang ingin menikmati staycation yang lebih hemat, Anda dapat merencanakan staycation dari sekarang dengan memanfaatkan promo KOPER (Kepincut Promo November) dari Mister Aladin . Dengan promo ini, Anda dapat menikmati diskon hingga Rp100.000 untuk bebas menginap kapan saja di hotel mana pun.
Lihat Juga :