Tiga Teori dari Ilmuwan untuk Jelaskan Makna Deja vu
Jum'at, 05 Juni 2020 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Yang pertama yaitu pemrosesan ganda. Kita perlu adegan misalkan seorang pelayan menjatuhkan piring. Saat adegan dimulai, otak kamu memproses informasi yang membingungkan: ayunan tangan pelayan, teriakan minta tolong, aroma bau pasta. Dalam hitungan milidetik, semua informasi ini melalui jalur-jalurnya dan diproses dalam satu waktu.
Umumnya, semua informasi direkam bersamaan. Namun, teori ini menyatakan bahwa deja vu muncul ketika ada sedikit penundaan pengiriman informasi pada satu jalur.
![Tiga Teori dari Ilmuwan untuk Jelaskan Makna Deja vu]()
Foto:Artur Debat/Getty Images
Perbedaan waktu informasi tiba membuat otak menginterpretasi informasi yang terlambat sebagai kejadian terpisah. Saat diputar bersama kejadian yang telah terekam, rasanya seperti sudah pernah terjadi karena kurang lebih memang pernah terjadi.
Teori berikutnya melibatkan kekeliruan ingatan masa lalu, bukan kesalahan proses saat ini. Inilah yang dinamakan teori hologram.
Sebagai contoh, saat kamu lihat motif kotak-kotak pada taplak, sebuah ingatan akan muncul dari dalam otakmu. Menurut teori, itu terjadi karena memori tersimpan dalam wujud hologram, cukup satu keping hologram untuk mengingat sebuah gambaran utuh.
Otakmumengenali taplak itu sebelumnya, mungkin saja dari rumah nenekmu. Tetapi, alih-alih mengingat bahwa kamu pernah melihatnya di rumah nenekmu, otakmu memanggil ingatan masa lalu, tapi gak bersama konteksnya.
Akibatnya, kamu merasa familier, tapi gak ingat secara pasti. Meskipun kamu belum pernah ke restoran ini, kamu pernah melihat taplak itu, tapi gagal mengingatnya dengan jelas.
Umumnya, semua informasi direkam bersamaan. Namun, teori ini menyatakan bahwa deja vu muncul ketika ada sedikit penundaan pengiriman informasi pada satu jalur.

Foto:Artur Debat/Getty Images
Perbedaan waktu informasi tiba membuat otak menginterpretasi informasi yang terlambat sebagai kejadian terpisah. Saat diputar bersama kejadian yang telah terekam, rasanya seperti sudah pernah terjadi karena kurang lebih memang pernah terjadi.
Teori berikutnya melibatkan kekeliruan ingatan masa lalu, bukan kesalahan proses saat ini. Inilah yang dinamakan teori hologram.
Sebagai contoh, saat kamu lihat motif kotak-kotak pada taplak, sebuah ingatan akan muncul dari dalam otakmu. Menurut teori, itu terjadi karena memori tersimpan dalam wujud hologram, cukup satu keping hologram untuk mengingat sebuah gambaran utuh.
Otakmumengenali taplak itu sebelumnya, mungkin saja dari rumah nenekmu. Tetapi, alih-alih mengingat bahwa kamu pernah melihatnya di rumah nenekmu, otakmu memanggil ingatan masa lalu, tapi gak bersama konteksnya.
Akibatnya, kamu merasa familier, tapi gak ingat secara pasti. Meskipun kamu belum pernah ke restoran ini, kamu pernah melihat taplak itu, tapi gagal mengingatnya dengan jelas.
Lihat Juga :