Orang Arab Obesitas, Pengaruh Tradisi hingga Gaya Hidup
Kamis, 11 November 2021 - 13:18 WIB
loading...
Orang Arab obesitas, frasa ini mungkin pernah Anda dengar. Tradisi hingga gaya hidup disinyalir menjadi penyebab terjadinya kondisi tersebut. Foto Ilustrasi/Freepik
A
A
A
JAKARTA - Orang Arab obesitas, frasa ini mungkin pernah Anda dengar. Pola makan yang salah menyebabkan 18,3% usia dewasa di sana mengidap diabetes, yang salah satunya dipicu oleh obesitas .
Orang-orang Arab hingga saat ini masih mempertahankan tradisi lama dari nenek moyang mereka, termasuk dalam urusan makanan. Makanan tradisional di Arab Saudi khususnya, yaitu kurma, fatir atau roti pipih, arikah atau roti khas dari wilayah barat daya, dan hawayij atau bumbu rempah yang khas.
Baca Juga: Penting Diketahui, 5 Fakta Varian Virus Corona AY.4.2
Sampai sekarang makanan tersebut masih dikonsumsi oleh masyarakat Arab Saudi, walaupun mereka telah tinggal menetap di kota dan tidak lagi hidup secara nomaden.
Makanan yang ada di Arab Saudi juga sangat dipengaruhi oleh hukum Islam. Makanan dengan kandungan babi atau alkohol tak akan ditemukan di negara ini. Kendati demikian, Arab Saudi juga tidak terlepas dari bayang-bayang penyakit yang mengancam kesehatan seperti diabetes dan obesitas atau kelebihan berat badan.
Arab Saudi merupakan salah satu negara di mana tingginya penderita diabetes memiliki pengaruh yang signifikan. Menurut Federasi Diabetes Internasional, lebih dari empat juta orang dewasa Saudi menderita diabetes, yang merupakan 18,3% dari populasi orang dewasa, dengan mayoritas terkena diabetes tipe 2.
Beberapa penyelidikan terhadap aspek keturunan dan gaya hidup telah dilakukan untuk menilai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi diabetes yang diperkirakan akan tumbuh di antara penduduk Saudi.
Orang-orang Arab hingga saat ini masih mempertahankan tradisi lama dari nenek moyang mereka, termasuk dalam urusan makanan. Makanan tradisional di Arab Saudi khususnya, yaitu kurma, fatir atau roti pipih, arikah atau roti khas dari wilayah barat daya, dan hawayij atau bumbu rempah yang khas.
Baca Juga: Penting Diketahui, 5 Fakta Varian Virus Corona AY.4.2
Sampai sekarang makanan tersebut masih dikonsumsi oleh masyarakat Arab Saudi, walaupun mereka telah tinggal menetap di kota dan tidak lagi hidup secara nomaden.
Makanan yang ada di Arab Saudi juga sangat dipengaruhi oleh hukum Islam. Makanan dengan kandungan babi atau alkohol tak akan ditemukan di negara ini. Kendati demikian, Arab Saudi juga tidak terlepas dari bayang-bayang penyakit yang mengancam kesehatan seperti diabetes dan obesitas atau kelebihan berat badan.
Arab Saudi merupakan salah satu negara di mana tingginya penderita diabetes memiliki pengaruh yang signifikan. Menurut Federasi Diabetes Internasional, lebih dari empat juta orang dewasa Saudi menderita diabetes, yang merupakan 18,3% dari populasi orang dewasa, dengan mayoritas terkena diabetes tipe 2.
Beberapa penyelidikan terhadap aspek keturunan dan gaya hidup telah dilakukan untuk menilai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi diabetes yang diperkirakan akan tumbuh di antara penduduk Saudi.
Lihat Juga :