Kisah Mualaf Candle yang Masuk Islam Usai Cari Kesalahan Al Quran
Rabu, 17 November 2021 - 06:05 WIB
loading...
Candle, bule berkewarganegaraan Amerika menjadi mualaf. Ia mantap masuk islam usai mencari-cari kesalahan Al Quran dan malah jatuh cinta dengan Al Quran. Foto/YouTube Ilham TV.
A
A
A
JAKARTA - Candle, bule berkewarganegaraan Amerika menjadi mualaf . Ia mantap masuk islam usai mencari-cari kesalahan Al Quran. Alih-alih menemukan kesalahan, Candle mengaku justru jatuh cinta dengan kitab suci umat muslim itu.
Candle sendiri sebelumnya beragama kristen aliran Yehuwa sejak berusia 10 tahun. Bersama dengan orangtua angkatnya, ia mempelajari Bibel atau Injil dengan sistem diskusi, di mana para jemaat dipersilahkan untuk saling bertanya tentang ayat yang sudah dibaca.
Pemikiran kritis Candle berawal dari hal tersebut. Perkenalannya dengan islam diawali sebelum kuliah, di mana ia memiliki teman seorang muslim. Ia pun akhirnya mengajak mereka berdiskusi dan semakin tertarik dengan islam saat melihat kepribadian dari teman-temannya.
“Akibat dari seringnya berdiskusi dengan mereka dan melihat kepribadiannya, hal itu memicu ketertarikanku yang buat aku bertanya kenapa ada bagian dari islam ini," kata Candle dikutip dari kanal YouTube Ilham TV, Senin (15/11/2022).
Saat kuliah, Candle kembali bertemu dengan seorang muslim yang menjadi rekan setimnya dalam sebuah klub ice hockey. Ia kemudian meyakini bahwa stigma tentang islam yang beredar di masyarakat Barat adalah sesuatu yang tak berdasar.
Baca Juga: Kisah Mualaf Rebecca Reijman yang Masuk Islam Berkat Tahlilan
Namun ia bersikukuh bahwa harus ada seorang bule kulit putih seperti dirinya yang menceritakan tentang islam. Candle menemukan sejumlah influencer di Instagram yang merupakan bule wanita mualaf.
Ia kemudian memutuskan untuk membaca dan mempelajari Al Quran dan berusaha untuk mencari-cari kesalahan. Namun semakin ia berpikir dan melakukan penelitian, justru Candle malah mendapati kebenaran dari ajaran islam.
Candle sendiri sebelumnya beragama kristen aliran Yehuwa sejak berusia 10 tahun. Bersama dengan orangtua angkatnya, ia mempelajari Bibel atau Injil dengan sistem diskusi, di mana para jemaat dipersilahkan untuk saling bertanya tentang ayat yang sudah dibaca.
Pemikiran kritis Candle berawal dari hal tersebut. Perkenalannya dengan islam diawali sebelum kuliah, di mana ia memiliki teman seorang muslim. Ia pun akhirnya mengajak mereka berdiskusi dan semakin tertarik dengan islam saat melihat kepribadian dari teman-temannya.
“Akibat dari seringnya berdiskusi dengan mereka dan melihat kepribadiannya, hal itu memicu ketertarikanku yang buat aku bertanya kenapa ada bagian dari islam ini," kata Candle dikutip dari kanal YouTube Ilham TV, Senin (15/11/2022).
Saat kuliah, Candle kembali bertemu dengan seorang muslim yang menjadi rekan setimnya dalam sebuah klub ice hockey. Ia kemudian meyakini bahwa stigma tentang islam yang beredar di masyarakat Barat adalah sesuatu yang tak berdasar.
Baca Juga: Kisah Mualaf Rebecca Reijman yang Masuk Islam Berkat Tahlilan
Namun ia bersikukuh bahwa harus ada seorang bule kulit putih seperti dirinya yang menceritakan tentang islam. Candle menemukan sejumlah influencer di Instagram yang merupakan bule wanita mualaf.
Ia kemudian memutuskan untuk membaca dan mempelajari Al Quran dan berusaha untuk mencari-cari kesalahan. Namun semakin ia berpikir dan melakukan penelitian, justru Candle malah mendapati kebenaran dari ajaran islam.
Lihat Juga :