Nirina Zubir Jadi Korban Penggelapan, Aset Rp17 Miliar Digasak ART
Rabu, 17 November 2021 - 12:23 WIB
loading...
Nirina Zubir menjadi korban penggelapan. Tak tanggung-tanggung, aset keluarga besar Nirina mencapai Rp17 miliar digasak ART bernama Riri Kasmita. Foto/Ravie Wardani.
A
A
A
JAKARTA - Nirina Zubir menjadi korban penggelapan . Tak tanggung-tanggung, aset keluarga besar Nirina mencapai Rp17 miliar digasak asisten rumah tangganya (ART) bernama Riri Kasmita.
Istri Ernest Cokelat ini menjelaskan sebelum ibunda meninggal dunia, ia sempat meminta tolong pada Riri untuk mengurus aset miliknya yang berupa surat tanah. Pasalnya, ibu kandung Nirina mengira surat tanah miliknya telah hilang.
"Awalnya ibu saya merasa suratnya hilang, jadi minta tolong kepada asisten rumah tangga pada 2009 untuk diurus suratnya," kata Nirina Zubir saat jumpa pers di kawasan Antasari Jakarta Selatan, Rabu (17/11/2021).
"Namun alih-alih diurus, surat tersebut disalahkan gunakan dengan mengubah nama kepemilikan," sambungnya.
Baca Juga: 6 Artis Hollywood Tolak Adegan Ciuman, Nomor 3 Takut Tuhan
Adapun aset ini diketahui berupa enam sertifikat tanah yang digelapkan oleh Riri dan suaminya. Dua diantaranya berupa tanah kosong, sementara empat lainnya tanah dengan bangunan. Selain itu, dua aset sudah dijual, lantas empat sisanya digadaikan ke bank.
Istri Ernest Cokelat ini menjelaskan sebelum ibunda meninggal dunia, ia sempat meminta tolong pada Riri untuk mengurus aset miliknya yang berupa surat tanah. Pasalnya, ibu kandung Nirina mengira surat tanah miliknya telah hilang.
"Awalnya ibu saya merasa suratnya hilang, jadi minta tolong kepada asisten rumah tangga pada 2009 untuk diurus suratnya," kata Nirina Zubir saat jumpa pers di kawasan Antasari Jakarta Selatan, Rabu (17/11/2021).
"Namun alih-alih diurus, surat tersebut disalahkan gunakan dengan mengubah nama kepemilikan," sambungnya.
Baca Juga: 6 Artis Hollywood Tolak Adegan Ciuman, Nomor 3 Takut Tuhan
Adapun aset ini diketahui berupa enam sertifikat tanah yang digelapkan oleh Riri dan suaminya. Dua diantaranya berupa tanah kosong, sementara empat lainnya tanah dengan bangunan. Selain itu, dua aset sudah dijual, lantas empat sisanya digadaikan ke bank.
Lihat Juga :