Menikmati Lezatnya Lobster Asam Manis di Pantai Timang
Sabtu, 06 Juni 2020 - 11:45 WIB
loading...
A
A
A
Di kedai ini Anda pun bisa memilih ukuran lobster yang Anda inginkan. Semuanya masih segar bisa kita pilih di kolam. Namun, Kedai Lobster Pak Sis tetap mempertahankan berat lobster di atas 200 gram. "Jadi konsumen boleh memilih, namun minimal satu lobster dengan berat 200 gram atau satu kilogram berisi 5 ekor," kata Pak Sis kepada KORAN SINDO beberapa waktu lalu. (Baca juga: Resep dan Cara Pembuatan Sup Telur Puyuh yang Menyehatkan)
Bisnis kedai lobster ini merupakan bisnis lanjutan. Awalnya dia merupakan nelayan pencari lobster di Pantai Timang. Untuk memudahkan mencari lobster di pulau kecil di pantai tersebut, dia kemudian membuat gondola.
Seiring perkembangan, Gondola menjadi daya tarik wisatawan di pantai yang berjarak sekitar 60 km tenggara Yogyakarta ini. Dengan perkembangan wisata dia pun membidik usaha rumah makan.
Kemudian anaknya yang bekerja di restoran di Jakarta, Wasiman, diminta pulang dan memulai usaha. Wasiman mengaku awalnya hanya menawarkan kepada wisatawan yang berkunjung. Akhirnya wisatawan tertarik dan membuat rumah makan di rumahnya. “Sebelum korona ini kami sempat kewalahan. Setiap hari minimal 100 kg habis, bahkan bisa di atas 1,5 kuintal," kata Wasiman.
Dari kebanyakan pengunjung, 80% adalah pengunjung dari luar negeri. Sebagian besar dari Malaysia, Singapura dan China. "Wisatawan Malaysia ada yang langganan. Katanya kalau ke Yogyakarta belum lengkap kalau belum ke Pantai Timang dan makan lobster di sini," ucapnya.
Bisnis kedai lobster ini merupakan bisnis lanjutan. Awalnya dia merupakan nelayan pencari lobster di Pantai Timang. Untuk memudahkan mencari lobster di pulau kecil di pantai tersebut, dia kemudian membuat gondola.
Seiring perkembangan, Gondola menjadi daya tarik wisatawan di pantai yang berjarak sekitar 60 km tenggara Yogyakarta ini. Dengan perkembangan wisata dia pun membidik usaha rumah makan.
Kemudian anaknya yang bekerja di restoran di Jakarta, Wasiman, diminta pulang dan memulai usaha. Wasiman mengaku awalnya hanya menawarkan kepada wisatawan yang berkunjung. Akhirnya wisatawan tertarik dan membuat rumah makan di rumahnya. “Sebelum korona ini kami sempat kewalahan. Setiap hari minimal 100 kg habis, bahkan bisa di atas 1,5 kuintal," kata Wasiman.
Dari kebanyakan pengunjung, 80% adalah pengunjung dari luar negeri. Sebagian besar dari Malaysia, Singapura dan China. "Wisatawan Malaysia ada yang langganan. Katanya kalau ke Yogyakarta belum lengkap kalau belum ke Pantai Timang dan makan lobster di sini," ucapnya.
Lihat Juga :