Demi Jaga Jarak, Restoran di Sweedia Hanya Terima 1 Tamu per Hari
Minggu, 07 Juni 2020 - 08:14 WIB
loading...
Sebuah restoran pop-up telah dibuka di padang rumput di Swedia dengan hanya menyediakan satu meja dan satu kursi. Foto/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Sebuah restoran pop-up telah dibuka di padang rumput di Swedia dengan hanya menyediakan satu meja dan satu kursi. Dengan begitu, tamu diharapkan tidak khawatir soal penerapan jarak sosial karena restoran hanya menerima satu tamu.
Restoran yang terletak di Ransater dengan nama Bord for En itu tidak memiliki pelayan. Makanan pesanan tamu yang diletakkan di dalam keranjang dikirim ke meja dengan sistem katrol melalui jendela dapur. Setelah makanan tiba, tamu akan dipandu ke meja dengan tali lain yang mengarah ke padang rumput.
"Begitu talinya berakhir, ada kursi dan meja di sana," kata Chef Rasmus Persson, mengutip laman Daily Mail. (Baca Juga: Menikmati Lezatnya Lobster Asam Manis di Pantai Timang )
Persson menambahkan, keranjang pertama yang tiba di meja akan membawa minuman, baru kemudian makanan. Meja itu berjarak 50 meter dari rumah Persson dengan rekannya, Linda Karlsson, yang menjadi tempat makanan dimasak. Mereka hanya akan menerima satu tamu per hari.
Sebanyak tiga macam menu yang bervariasi bakal disajikan setiap hari. Hanya, secara keseluruhan, contoh menu yang ditampilkan di situs restoran mengungkapkan bahwa hidangan yang tersedia mencakup hash brown bergaya Swedia, smetana, kaviar rumput laut, dan wood plucked sorrel. Ada juga yellow carrot-ginger puree, browned hazelnut butter, sweet corn croquettes, serpent root ash, blueberry yang direndam gin, buttermilk dengan es, serta viola sugar yang dibuat dari buah bit yang dipetik dari kebun Karlsson dan Perlsson.
Para tamu dibebaskan untuk membayar harga berapapun untuk tiga macam makanan. Menurut laman Travel and Leisure, begitu seorang pelanggan pergi, meja itu bakal dibiarkan apa adanya selama enam jam sebelum dibersihkan.
Para tamu akan diminta meninggalkan piring dan alat makan lainnya di sebuah wadah dan alat-alat makan tersebut akan dicuci dua kali sebelum digunakan lagi.
Restoran yang terletak di Ransater dengan nama Bord for En itu tidak memiliki pelayan. Makanan pesanan tamu yang diletakkan di dalam keranjang dikirim ke meja dengan sistem katrol melalui jendela dapur. Setelah makanan tiba, tamu akan dipandu ke meja dengan tali lain yang mengarah ke padang rumput.
"Begitu talinya berakhir, ada kursi dan meja di sana," kata Chef Rasmus Persson, mengutip laman Daily Mail. (Baca Juga: Menikmati Lezatnya Lobster Asam Manis di Pantai Timang )
Persson menambahkan, keranjang pertama yang tiba di meja akan membawa minuman, baru kemudian makanan. Meja itu berjarak 50 meter dari rumah Persson dengan rekannya, Linda Karlsson, yang menjadi tempat makanan dimasak. Mereka hanya akan menerima satu tamu per hari.
Sebanyak tiga macam menu yang bervariasi bakal disajikan setiap hari. Hanya, secara keseluruhan, contoh menu yang ditampilkan di situs restoran mengungkapkan bahwa hidangan yang tersedia mencakup hash brown bergaya Swedia, smetana, kaviar rumput laut, dan wood plucked sorrel. Ada juga yellow carrot-ginger puree, browned hazelnut butter, sweet corn croquettes, serpent root ash, blueberry yang direndam gin, buttermilk dengan es, serta viola sugar yang dibuat dari buah bit yang dipetik dari kebun Karlsson dan Perlsson.
Para tamu dibebaskan untuk membayar harga berapapun untuk tiga macam makanan. Menurut laman Travel and Leisure, begitu seorang pelanggan pergi, meja itu bakal dibiarkan apa adanya selama enam jam sebelum dibersihkan.
Para tamu akan diminta meninggalkan piring dan alat makan lainnya di sebuah wadah dan alat-alat makan tersebut akan dicuci dua kali sebelum digunakan lagi.
Lihat Juga :