Kisah Brooklyn yang Mantap Jadi Mualaf Setelah Paham Tuhan di Islam Tidak Punya Anak
Kamis, 02 Desember 2021 - 11:40 WIB
loading...
A
A
A
Brooklyn berkata dirinya masih usia 25 tahun saat mengenal Islam dan dia bersyukur saat ini sudah 1 tahun dirinya menjadi mualaf.
“Ketika masih Kristen saya ingat teman saya bercerita adam dan hawa dan bagaimana muslim mengimaninya, mereka kemudian menceritakan detaill kisah nabi Musa, Nuh, Isa dan Ibrahim,” ungkapnya.
Dirinya dibuat heran karena kisah nabi di Kristen tidak sejelas di Islam dan kisahnya di selewengkan sebab kitabnya telah diubah-ubah. Setelah mempelajari Islam lebih jauh, Brooklyn menyadari ada dua perbedaan utama dari Islam dan Kristen.
“Dalam Islam kita tidak mengimani Tuhan Punya Anak, kedua hukum-hukum Islam sebenarnya ada juga di Kristen, hanya saja di Islam kita menjalankan semuanya,” tuturnya.
“Kami (muslim) mengimani dan mencintainya, tapi Yesus bukanlah Tuhan, Tuhan bukanlah Trinitas, Allah menunjukkan saya kebenaran,” tambah Brooklyn.
“Ketika masih Kristen saya ingat teman saya bercerita adam dan hawa dan bagaimana muslim mengimaninya, mereka kemudian menceritakan detaill kisah nabi Musa, Nuh, Isa dan Ibrahim,” ungkapnya.
Dirinya dibuat heran karena kisah nabi di Kristen tidak sejelas di Islam dan kisahnya di selewengkan sebab kitabnya telah diubah-ubah. Setelah mempelajari Islam lebih jauh, Brooklyn menyadari ada dua perbedaan utama dari Islam dan Kristen.
“Dalam Islam kita tidak mengimani Tuhan Punya Anak, kedua hukum-hukum Islam sebenarnya ada juga di Kristen, hanya saja di Islam kita menjalankan semuanya,” tuturnya.
“Kami (muslim) mengimani dan mencintainya, tapi Yesus bukanlah Tuhan, Tuhan bukanlah Trinitas, Allah menunjukkan saya kebenaran,” tambah Brooklyn.
(hri)
Lihat Juga :