Berwisata ke Ende, Jangan Lewatkan Situs Rumah Persinggahan Bung Karno
Sabtu, 04 Desember 2021 - 08:58 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa di antaranya kamar tidur lengkap dengan perabotan rumah yang masih asli, lukisan Pura Bali, kaki meja diukir, biola, dan lainnya.
Selain itu, terdapat tujuh naskah drama, foto Bung Karno bersama keluarga, tongkat Bung Karno, kayu kliping, dan cerita anak angkat Bung Karno.
"Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati, setelah kita tadi berkeliling dan berolahraga di Kota Ende yang indah ini, kita mampir di Rumah Persinggahan Bung Karno. Konon kabarnya ini adalah rumah yang memberikan ide Pancasila kepada Bung Karno," ungkap Menparekraf Sandi dalam keterangannya, Sabtu (4/12/2021).
Pernyataan Sandiaga itu diamini Djafar H Achmad. Dirinya mengungkapkan bahwa rumah yang dihuni Bung Karno dan istrinya, Inggit Garnasih serta ibu kandung istrinya itu menjadi saksi bisu kelahiran Pancasila.
"Jadi rumah ini memang rumah yang sangat luar biasa yang merupakan tempat lahirnya dasar negara kita Pancasila," ungkap Djafar H Achmad.
"Bung Karno empat tahun tinggal di sini, mulai dari tahun 1934 sampai dengan 1938. Beliau tinggal di sini bersama keluarganya, ibu Inggit dan mertuanya," ungkapnya.
Selain itu, terdapat tujuh naskah drama, foto Bung Karno bersama keluarga, tongkat Bung Karno, kayu kliping, dan cerita anak angkat Bung Karno.
"Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati, setelah kita tadi berkeliling dan berolahraga di Kota Ende yang indah ini, kita mampir di Rumah Persinggahan Bung Karno. Konon kabarnya ini adalah rumah yang memberikan ide Pancasila kepada Bung Karno," ungkap Menparekraf Sandi dalam keterangannya, Sabtu (4/12/2021).
Pernyataan Sandiaga itu diamini Djafar H Achmad. Dirinya mengungkapkan bahwa rumah yang dihuni Bung Karno dan istrinya, Inggit Garnasih serta ibu kandung istrinya itu menjadi saksi bisu kelahiran Pancasila.
"Jadi rumah ini memang rumah yang sangat luar biasa yang merupakan tempat lahirnya dasar negara kita Pancasila," ungkap Djafar H Achmad.
"Bung Karno empat tahun tinggal di sini, mulai dari tahun 1934 sampai dengan 1938. Beliau tinggal di sini bersama keluarganya, ibu Inggit dan mertuanya," ungkapnya.
Lihat Juga :