Novia Widyasari Pernah Punya Cita-Cita Ini sebelum Bunuh Diri Minum Sianida

Minggu, 05 Desember 2021 - 06:32 WIB
loading...
Novia Widyasari Pernah Punya Cita-Cita Ini sebelum Bunuh Diri Minum Sianida
Nama Novia Widyasari Rahayu tengah menjadi perbincangan hangat publik. Foto/IG @noviawidyasr
A A A
JAKARTA - Nama Novia Widyasari Rahayu tengah menjadi perbincangan hangat publik. Diberitakan, perempuan itu mengakhiri hidupnya di samping makam sang ayah di Mojokerto, Jawa Timur.

Novia diduga bunuh diri akibat depresi setelah diperkosa dan dipaksa aborsi oleh oknum polisi berinisial R. Hal ini diungkap oleh salah satu akun Twitter yang mendadak viral hingga menjadi trending topic lewat tagar 'Save Novia Widyasari'.

Tak hanya itu, warganet juga berhasil menemukan akun Quora yang diduga milik mendiang. Dikatakan, Novia sempat membagikan kisah hidupnya dalam situs forum online tersebut.

Baca Juga: Viral Tagar Save Novia Widyasari yang Bunuh Diri di Samping Makam Ayah, Ini Kisah Pilunya

Rupanya, mahasiswi sebuah universitas Malang itu memiliki cita-cita menjadi guru yang humanis kepada murid-muridnya. Hal ini dilatarbelakangi dari kisahnya semasa sekolah.

Kala itu, Novia menyaksikan teman sekelasnya yang nakal dikeluarkan dari ruang ujian. Dia sangat menyayangkan hal tersebut. Menurutnya, itu sama saja merenggut hak sang murid untuk belajar.



“Saya inget betul betapa menyedihkannya saya melihat teman saya yg tidak mampu membayar SPP dikeluarkan dari kelas saat Ujian lalu ia akan dimarahi di depan siswa yg lain. Saya melihat teman saya yg nakal dan di permalukan, saya melihat teman saya yg tidak ahli di salah satu bidang mata pelajaran lalu di hukum di depan kelas,” tulis akun Quora Novia Widyasari Rahayu, dikutip Sabtu (4/12/2021).

Novia merasa bahwa perilaku tersebut sangat tidak adil. Baginya, hal ini sama saja menyakiti perasaan mereka. Ditambah lagi jika ada teman yang dimusuhi karena kurang mampu secara finansial. Novia merasa sangat sedih dengan kejadian tersebut.

“Seseorang anak yg tidak bertanggung jawab dengan uang spp, uang buku lalu dia dikeluarkan dari kelas. Apakah itu adil? Bukankah itu akan menyakiti perasaan mereka? Lalu beberapa yg lain dari mereka menjauhi yg tidak mampu membeli buku karena keterbatasan ekonomi. Saya selalu sedih ketika melihat ada teman saya yg seperti itu,” sambungnya.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1597 seconds (10.55#12.26)