Review Film Spider-Man: No Way Home: Fun dan Emosional
Kamis, 16 Desember 2021 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Dalam perjalanan itu, tentu, banyak aral melintang di hadapannya. Perjalanan emosi Peter di sini cukup naik turun. Hingga suatu saat, Doctor Strange sempat mengatakan kadang dia lupa kalau Peter hanyalah seorang bocah. Dari sini, bisa diukur kedewasaan Peter di saat itu. Namun, perjalanannya di No Way Home adalah penentu semuanya.
Ada banyak titik dalam kehidupan Peter di No Way Home yang membuatnya mengambil keputusan yang mungkin tidak disangka sebelumnya. Keputusan itu cukup berani dan kemungkinan akan mengubah arah MCU ke depannya. Ini terutama dengan keberlanjutan Avengers.
Meski banyak lubang dalam plot film ini, tapi Spider-Man: No Way Home menghidupkan hype dan juga judulnya. No Way Home alias tidak mungkin pulang cukup menggambarkan apa yang dialami Peter di film ini. Bahwa, dia tidak bisa kembali ke masa lalu. Dia harus move on dan berjalan.
Sutradara film ini, Jon Watts, berhasil membuat No Way Home sebagai filmnya Peter Parker. Tom Holland pun tampil dengan sangat bagus di sini. Dia bisa menampilkan Peter Parker sebagai remaja galau, lugu dan kurang pengalaman, sampai Peter yang sangat emosional dan heroik.
Spider-Man: No Way Home bukanlah film yang sangat serius. Meski ceritanya, aslinya, sangat dalam dan menyentuh, film ini tampil dengan fun dan mengasyikkan. Hampir setiap bagian film ini selalu mengundang gelak tawa.
![Review Film Spider-Man: No Way Home: Fun dan Emosional]()
Chemistry kuat di antara para pemeran film ini adalah kuncinya. Chemistry antara Tom, Zendaya dan Jacob Batalon membuat film ini jadi mengasyikkan. Tektokan mereka terlihat natural dengan Ned, karakter yang diperankan Jacob Batalon, berperan menjadi pemecah tembok. Di film ini, MJ (Zendaya) dan Ned adalah comic relief-nya. Ada saja tingkah mereka yang membuat tertawa meski situasinya serius.
Spider-Man: No Way Home terasa lain dari film Spider-Man sebelumnya. Di film ini, dia tidak lagi bergantung pada teknologi, tapi lebih pada kemampuannya sendiri. Tidak ada lagi Iron Man, meski ada teknologinya yang masih dipakai Peter. Doctor Strange pun perannya tidak terlalu besar. Di sini, dia bukan mentor, tapi benar-benar sebagai orang yang dimintai tolong.
Ada banyak titik dalam kehidupan Peter di No Way Home yang membuatnya mengambil keputusan yang mungkin tidak disangka sebelumnya. Keputusan itu cukup berani dan kemungkinan akan mengubah arah MCU ke depannya. Ini terutama dengan keberlanjutan Avengers.
Meski banyak lubang dalam plot film ini, tapi Spider-Man: No Way Home menghidupkan hype dan juga judulnya. No Way Home alias tidak mungkin pulang cukup menggambarkan apa yang dialami Peter di film ini. Bahwa, dia tidak bisa kembali ke masa lalu. Dia harus move on dan berjalan.
Sutradara film ini, Jon Watts, berhasil membuat No Way Home sebagai filmnya Peter Parker. Tom Holland pun tampil dengan sangat bagus di sini. Dia bisa menampilkan Peter Parker sebagai remaja galau, lugu dan kurang pengalaman, sampai Peter yang sangat emosional dan heroik.
Spider-Man: No Way Home bukanlah film yang sangat serius. Meski ceritanya, aslinya, sangat dalam dan menyentuh, film ini tampil dengan fun dan mengasyikkan. Hampir setiap bagian film ini selalu mengundang gelak tawa.

Chemistry kuat di antara para pemeran film ini adalah kuncinya. Chemistry antara Tom, Zendaya dan Jacob Batalon membuat film ini jadi mengasyikkan. Tektokan mereka terlihat natural dengan Ned, karakter yang diperankan Jacob Batalon, berperan menjadi pemecah tembok. Di film ini, MJ (Zendaya) dan Ned adalah comic relief-nya. Ada saja tingkah mereka yang membuat tertawa meski situasinya serius.
Spider-Man: No Way Home terasa lain dari film Spider-Man sebelumnya. Di film ini, dia tidak lagi bergantung pada teknologi, tapi lebih pada kemampuannya sendiri. Tidak ada lagi Iron Man, meski ada teknologinya yang masih dipakai Peter. Doctor Strange pun perannya tidak terlalu besar. Di sini, dia bukan mentor, tapi benar-benar sebagai orang yang dimintai tolong.
Lihat Juga :