Review House of Gucci: Drama Keluarga yang Berakhir dengan Pembunuhan
Sabtu, 18 Desember 2021 - 19:39 WIB
loading...
House of Gucci adalah drama keluarga membosankan yang diakhiri dengan pembunuhan. Ceritanya dangkal dan para pemerannya seperti lebih sibuk dengan aksen mereka. (Foto: Marca)
A
A
A
House of Gucci diangkat dari kisah nyata tragedi pembunuhan Maurizio Gucci pada 1995. Pembunuhan ini didalangi mantan istrinya, Patrizia Reggiani. Maurizio tewas ditembak pembunuh bayaran di tangga menuju ke kantornya di Milan.
Cerita ini tentu menarik untuk divisualisasikan. Ridley Scott mencoba membawanya ke layar lebar pada tahun ini. Bertaburan bintang dari Al Pacino, Jeremy Irons, Jared Leto, Adam Driver dan Lady Gaga, film ini terlihat menjanjikan untuk dinikmati. Benar begitu?
Berdurasi 2 jam 38 menit, film ini hanya berputar-putar pada masalah yang dihadapi Gucci dan Maurizio. Klimaksnya hanya 2 menit. Sisanya, ya, drama panjang bertele-tele yang entah apa itu poinnya. Mau dibilang tentang gonjang ganjing Gucci? Bisa jadi. Tapi, dari awal, film ini menjanjikan tontonan tentang tragedi maut tersebut.
Baca Juga: Review Film Spider-Man: No Way Home: Fun dan Emosional
Film ini awalnya mengisahkan Maurizio (Adam Driver), cucu pendiri Gucci, yang hidupnya sederhana. Dia kemana-mana naik sepeda. Di sisi lain, ada Patrizia (Lady Gaga) yang bekerja di perusahaan truk milik ayahnya. Suatu malam, Patrizia bertemu Maurizio di sebuah pesta.
Dari pertemuan pertama itu, Patrizia sudah ngebet ingin jadi pacar Maurizio. Dengan segala cara, dia pun berusaha mendekati Maurizio. Caranya berhasil, Maurizio jatuh cinta kepadanya. Sayang, hubungan itu tidak direstui Rodolfo Gucci (Jeremy Irons), ayah Maurizio. Dia mengusir Maurizio yang nekat berpacaran dengan Patrizia. Bagi Rodolfo, Patrizia ini tak lebih dari perempuan yang memacari anaknya demi pansos alias panjat sosial.
![Review House of Gucci: Drama Keluarga yang Berakhir dengan Pembunuhan]()
Maurizio dan Patrizia akhirnya menikah. Patrizia kemudian menjadi driving force bagi Maurizio untuk bekerja lebih keras di Gucci di bawah arahan pamannya, Aldo Gucci (Al Pacino). Aldo sendiri pusing karena penerusnya, Paolo (Jared Leto), tidak bisa diandalkan. Kehadiran Maurizio memberinya secercah harapan.
Patrizia terus menerus mencecoki Maurizio dengan ide-ide gilanya tentang Gucci dan bagaimana Maurizio bisa tampil sebagai pemimpin perusahaan itu. Kelicikan pasangan ini pun terjalin dengan baik. Mereka berhasil menyingkirkan Aldo dan Paolo. Maurizio pun bersinar sebagai bos Gucci.
Cerita ini tentu menarik untuk divisualisasikan. Ridley Scott mencoba membawanya ke layar lebar pada tahun ini. Bertaburan bintang dari Al Pacino, Jeremy Irons, Jared Leto, Adam Driver dan Lady Gaga, film ini terlihat menjanjikan untuk dinikmati. Benar begitu?
Berdurasi 2 jam 38 menit, film ini hanya berputar-putar pada masalah yang dihadapi Gucci dan Maurizio. Klimaksnya hanya 2 menit. Sisanya, ya, drama panjang bertele-tele yang entah apa itu poinnya. Mau dibilang tentang gonjang ganjing Gucci? Bisa jadi. Tapi, dari awal, film ini menjanjikan tontonan tentang tragedi maut tersebut.
Baca Juga: Review Film Spider-Man: No Way Home: Fun dan Emosional
Film ini awalnya mengisahkan Maurizio (Adam Driver), cucu pendiri Gucci, yang hidupnya sederhana. Dia kemana-mana naik sepeda. Di sisi lain, ada Patrizia (Lady Gaga) yang bekerja di perusahaan truk milik ayahnya. Suatu malam, Patrizia bertemu Maurizio di sebuah pesta.
Dari pertemuan pertama itu, Patrizia sudah ngebet ingin jadi pacar Maurizio. Dengan segala cara, dia pun berusaha mendekati Maurizio. Caranya berhasil, Maurizio jatuh cinta kepadanya. Sayang, hubungan itu tidak direstui Rodolfo Gucci (Jeremy Irons), ayah Maurizio. Dia mengusir Maurizio yang nekat berpacaran dengan Patrizia. Bagi Rodolfo, Patrizia ini tak lebih dari perempuan yang memacari anaknya demi pansos alias panjat sosial.

Maurizio dan Patrizia akhirnya menikah. Patrizia kemudian menjadi driving force bagi Maurizio untuk bekerja lebih keras di Gucci di bawah arahan pamannya, Aldo Gucci (Al Pacino). Aldo sendiri pusing karena penerusnya, Paolo (Jared Leto), tidak bisa diandalkan. Kehadiran Maurizio memberinya secercah harapan.
Patrizia terus menerus mencecoki Maurizio dengan ide-ide gilanya tentang Gucci dan bagaimana Maurizio bisa tampil sebagai pemimpin perusahaan itu. Kelicikan pasangan ini pun terjalin dengan baik. Mereka berhasil menyingkirkan Aldo dan Paolo. Maurizio pun bersinar sebagai bos Gucci.
Lihat Juga :