Miniseri Diaku Imamku: Fenomena Pesantren Terkini
Sabtu, 18 Desember 2021 - 20:47 WIB
loading...
A
A
A
Masalahnya, benarkah demikian adanya?
Kehidupan di pesantren
Mari menonton Diaku Imamku untuk mendapat perspektif lain. Berbalikan dengan penelitian profesor M Diaz, dalamweb series ini kita berjumpa dengan Aisya (Yuki Kato), seorang murid perempuan yang nakal di sekolah swasta umum dan datang dari keluarga berada. Dia kemudian disekolahkan ke pesantren oleh orang tuanya. Semata agar kenakalannya bisa dikontrol.
Dari sini saja sudah ada perbedaan: Aisyah datang dari keluarga kaya dan orang tua memilih pesantren agar anaknya tak bandel lagi. Penulis sendiri mendapati biaya masuk pesantren nyatanya lebih mahal ketimbang sekolah swasta yang berkualitas rendah, serta kecenderungan anak yang bandel masuk pesantren nyata terjadi.
Usai masuk pesantren bukan berarti kenakalannya jadi terkontrol. Sebagian ada yang kabur-kaburan dari pesantren.
Baca Juga: Miniseri Mahram untuk Najwa: Dilema Cinta Muslimah Modern
Aisya diceritakan hendak kabur. Tapi ketahuan oleh seorang ustaz yang ternyata guru yang ia sukai di sekolahnya dahulu. Ustaz ini, Alif (diperankan Don Coates), menangkap tubuh Aisya yang hendak terjatuh usai memanjat tembok pesantren. Alif ternyata adalah putra tertua dari kyai pemilik pesantren.
Keduanya saling suka dan Alif kemudian menyatakan cintanya pada Aisya. Alif berjanji akan melamar Aisya begitu lulus kuliah kelak. Hati Aisya berbunga-bunga. Saat itulah Alif nyatanya harus menikahi wanita lain, demi memenuhi permintaan ayah dan ibunya.
![Miniseri Diaku Imamku: Fenomena Pesantren Terkini]()
Foto: Genflix
Aisya yang sakit hati memutuskan keluar dari pesantren tersebut. Namun, ia telah menjadi pribadi yang lebih baik berkat pesantren. Dapat dilihat dari perilakunya pada orang tua dan tetap mengenakan jilbab meskipun bukan lagi murid pesantren.
Kehidupan di pesantren
Mari menonton Diaku Imamku untuk mendapat perspektif lain. Berbalikan dengan penelitian profesor M Diaz, dalamweb series ini kita berjumpa dengan Aisya (Yuki Kato), seorang murid perempuan yang nakal di sekolah swasta umum dan datang dari keluarga berada. Dia kemudian disekolahkan ke pesantren oleh orang tuanya. Semata agar kenakalannya bisa dikontrol.
Dari sini saja sudah ada perbedaan: Aisyah datang dari keluarga kaya dan orang tua memilih pesantren agar anaknya tak bandel lagi. Penulis sendiri mendapati biaya masuk pesantren nyatanya lebih mahal ketimbang sekolah swasta yang berkualitas rendah, serta kecenderungan anak yang bandel masuk pesantren nyata terjadi.
Usai masuk pesantren bukan berarti kenakalannya jadi terkontrol. Sebagian ada yang kabur-kaburan dari pesantren.
Baca Juga: Miniseri Mahram untuk Najwa: Dilema Cinta Muslimah Modern
Aisya diceritakan hendak kabur. Tapi ketahuan oleh seorang ustaz yang ternyata guru yang ia sukai di sekolahnya dahulu. Ustaz ini, Alif (diperankan Don Coates), menangkap tubuh Aisya yang hendak terjatuh usai memanjat tembok pesantren. Alif ternyata adalah putra tertua dari kyai pemilik pesantren.
Keduanya saling suka dan Alif kemudian menyatakan cintanya pada Aisya. Alif berjanji akan melamar Aisya begitu lulus kuliah kelak. Hati Aisya berbunga-bunga. Saat itulah Alif nyatanya harus menikahi wanita lain, demi memenuhi permintaan ayah dan ibunya.

Foto: Genflix
Aisya yang sakit hati memutuskan keluar dari pesantren tersebut. Namun, ia telah menjadi pribadi yang lebih baik berkat pesantren. Dapat dilihat dari perilakunya pada orang tua dan tetap mengenakan jilbab meskipun bukan lagi murid pesantren.
Lihat Juga :