Film Pendek Ransom: Mengulik Perempuan dan Kemampuan Bela Diri
Jum'at, 31 Desember 2021 - 15:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Film Wish I Were Born From a Blanket, Jiwa Cilik Rapuh dalam Rumah Gaduh
Bela diri juga menjadi suatu keahlian yang perlu dimiliki oleh perempuan, mengapa? karena perempuan sering kali menjadi korban kejahatan kriminal, pelecehan seksual, juga kekerasan seksual. Kemampuan bela diri menjadi "pelindung" tambahan bagi kaumhawa untuk mengatasi ancaman tersebut.
Menjadi perempuan yang memiliki kemampuan bela diri juga bisa mendatangkan "pekerjaan rumah" lain. Mereka bisa dianggap sebagai perempuan "maskulin" sehingga sulit mendapatkan pasangan.
![Film Pendek Ransom: Mengulik Perempuan dan Kemampuan Bela Diri]()
Foto: Genflix
Isu ini sebenarnya bisa kita tarik lebih jauh yaitu isu olahraga dan kesetaraan gender. Mengutip dari bab pendahuluan paper berjudul Analisis Peran Pola Asuhan dan Proses Sosialisasi Olahraga Beladiri Dari Persepktif Kesetraan Genderkarya Berliana, ia menulis bahwa bagi pria, aktivitas olahraga merupakan aktivitas yang lebih "natural" dan mendapatkan dukungan signifikan dari keluarga dan pihak lain.
Berliana juga menyatakan bahwa perempuan masih terpinggirkan dalam aktivitas olahraga karena dianggap pria dengan karakter maskulinnya lebih berpeluang daripada perempuan.
Bela diri juga menjadi suatu keahlian yang perlu dimiliki oleh perempuan, mengapa? karena perempuan sering kali menjadi korban kejahatan kriminal, pelecehan seksual, juga kekerasan seksual. Kemampuan bela diri menjadi "pelindung" tambahan bagi kaumhawa untuk mengatasi ancaman tersebut.
Menjadi perempuan yang memiliki kemampuan bela diri juga bisa mendatangkan "pekerjaan rumah" lain. Mereka bisa dianggap sebagai perempuan "maskulin" sehingga sulit mendapatkan pasangan.

Foto: Genflix
Isu ini sebenarnya bisa kita tarik lebih jauh yaitu isu olahraga dan kesetaraan gender. Mengutip dari bab pendahuluan paper berjudul Analisis Peran Pola Asuhan dan Proses Sosialisasi Olahraga Beladiri Dari Persepktif Kesetraan Genderkarya Berliana, ia menulis bahwa bagi pria, aktivitas olahraga merupakan aktivitas yang lebih "natural" dan mendapatkan dukungan signifikan dari keluarga dan pihak lain.
Berliana juga menyatakan bahwa perempuan masih terpinggirkan dalam aktivitas olahraga karena dianggap pria dengan karakter maskulinnya lebih berpeluang daripada perempuan.
Lihat Juga :