Ini Alasan Jung Hae-In Dapat Julukan Milk Man
Jum'at, 07 Januari 2022 - 08:41 WIB
loading...
Jung Hae-in kini tengah membintangi drama Snowdrop bersama Jisoo BLACKPINK. Foto/JTBC
A
A
A
SEOUL - Aktor Jung Hae-in beken lewat drama Prison Playbook, D.P., serta Snowdrop, juga terkenal dengan julukan Milk Man.
Mengutip Kdramastars, Milk Man adalah istilah di Korea Selatan untuk menyebut orang yang memiliki gen superior alias di atas rata-rata. Ini berarti aktor berusia 33 tahun itu datang bukan dari keluarga sembarangan.
Keluarga Jung Hae-in rupanya sangat berpengaruh dalam sejarah negara tersebut, terutama saat Dinasti Joseon. Kakek buyutnya yang bernama Jeong Yak-yong atau Dasan adalah filsuf hebat pada masa itu.
![Ini Alasan Jung Hae-In Dapat Julukan Milk Man]()
Foto: Wikimedia
Jeong Yak-yong juga adalah seorang penyair, sekaligus penasihat Raja Jeongjo. Ia membantu Raja mengembangkan daerah pedesaan lewat reformasi tanah dan pengenalan teknologi baru.
Baca Juga: 5 Drama Korea tentang Bullying di Sekolah, Ada yang Karakternya Suka Cha Eun-Woo
Ia juga menulis beberapa buku sains, filosofi, dan berbagai teori yang membantu pemerintah membangun peradaban saat itu. Filosofi yang dikembangkannya dekat dengan ajaran neo-konfusianisme, yang lebih rasional dan menolak mistis.
Mengutip Kdramastars, Milk Man adalah istilah di Korea Selatan untuk menyebut orang yang memiliki gen superior alias di atas rata-rata. Ini berarti aktor berusia 33 tahun itu datang bukan dari keluarga sembarangan.
Keluarga Jung Hae-in rupanya sangat berpengaruh dalam sejarah negara tersebut, terutama saat Dinasti Joseon. Kakek buyutnya yang bernama Jeong Yak-yong atau Dasan adalah filsuf hebat pada masa itu.

Foto: Wikimedia
Jeong Yak-yong juga adalah seorang penyair, sekaligus penasihat Raja Jeongjo. Ia membantu Raja mengembangkan daerah pedesaan lewat reformasi tanah dan pengenalan teknologi baru.
Baca Juga: 5 Drama Korea tentang Bullying di Sekolah, Ada yang Karakternya Suka Cha Eun-Woo
Ia juga menulis beberapa buku sains, filosofi, dan berbagai teori yang membantu pemerintah membangun peradaban saat itu. Filosofi yang dikembangkannya dekat dengan ajaran neo-konfusianisme, yang lebih rasional dan menolak mistis.
Lihat Juga :